Kenapa Harus Kuttab?

Posted by Unknown Saturday, February 11, 2017 0 comments
        
Kenapa Harus Kuttab?
By : Muhammad Suherman Shah
    Ayah dan Bunda bersyukurlah atas kehadiran Kuttab Al Fatih di tengah-tengah zaman yang semakin dipenuhi dengan fitnah-fitnah ini. Kuttab hadir sebagai titik terang kebangkitan dunia pendidikan islam yang dahulu pernah Berjaya. Kuttab adalah sistem pendidikan ala Rasulullah yang telah lama terkubur dalam sejarah. Kini Kuttab Al Fatih hadir sebagai penyejuk di tengah gersangnya keimanan dan akan terus meluas sebagai oase di bawah teriknya pedangkalan-pendangkalan akidah dalam dunia pendidik.
            Miris memang jika kita melihat kondisi sosial saat ini bagaimana dunia pendidikan formal yang selama ini kita harapkan dapat menekan angka kebatilan, nyatanya tidak mampu membenung masalah sosial yang terus timbul. Sangat  banyak kita menyasaksikan betapa anak-anak yang sudah tidak lagi punya rasa hormat dengan guru dan orang tua. Tingkah laku mereka yang tidak lagi menunjukan selayaknya orang yang berpendidikan. Di media elektronik, cetak, maupun yang langsung kita saksikan di lingkungan kita begitu banyak penyimpangan yang dilakukan oleh anak-anak yang seharusnya mereka adalah harapan para orang tua sebagai penerus generasi yang baik.
            Mereka terlalu disibukkan dengan kegiatan yang bersifat ilmiah, logika, dan keduniaan saja. Sehingga mereka lupa caranya untuk beradab, menjaga sopan santun , dan berperilaku sesuai nilai-nilai agama yang dianutnya. Tentu kita tidak bisa menyalahkan mereka seratus persen. Sistem lah yang membentuk mereka menjadi demikian. Perhatikan berapa waktu yang disediakan sekolah kepada peserta didiknya dalam mengenal agamanya sangat tidakrelevan dan sangat j auh dari kata cukup sebagai nutrisi jiwa. Selain sistem yang memang sangat jauh dari kata islami, pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh dalam mewujudkan generasi yang diharapkan tumbuh dengan baik dan gemilang di usia dini. Kesalahan dalam mengasuh anak-anak menjadi faktor utama terjadinya penyimpangan.      
            Dengan demikian, sudah menjadi pilihan yang sangat tepat dan bijak bagi orang tua yang telah mengantarkan anak-anaknya kepada pendidikan islam yang telah lama terkubur yakni Kuttab. Di mana kuriklum yang terdapat di dalamnya hanyalah terfokus pada Al-qur’an dan Iman saja. Anak-anak diajarkan adab sebelum ilmu. Sehingga mereka berkembang dalam pengajaran yang beradab tanpa interpensi pelajaran-pelajaran yang memberatkan mentalitas serta ketidakmampuan mereka berpikir di luar batas kapasitasnya. 
            Tidak ada alasan untuk tidak memilih sistem pendidikan yang ada di Kuttab. Singkronisasi yang terdapat di dalamnya tercipta begitu apik. Sinergi antara lembaga, tenaga pendidik, orang tua, keluarga dan seluruh masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai jembatan terciptanya generasi yang benar-benar gemilang di usia dini dan tumbuh dewasa menjadi orang yang bermanfaat  bagi agamanya. Mempunyai anak yang shaleh dan shalehah, berilmu beriman, serta berdab adalah dambaan semua orang tua tanpa terkecuali. Inilah alasannya mengapa harus Kuttab yang menjadi pilihan terakhir sebagai wadah menempah anak-anak dengan karakter yang kelak akan menjadi kebanggaan di dunia dan penolong di akhirat. Wallahu ta’ala ‘alam.                       

                  

Baca Selengkapnya...

Inspirasi Secangkir Kopi

Posted by Unknown Tuesday, March 22, 2016 0 comments



Secangkir KOPI menjadi INSPIRASI, bukan sekedar BASA-BASI dan bahan untuk mencari SENSASI akan tetapi ini menjadi ajang SILATURAHMI untuk memperkuat ukuwah ISLAMI memperkokoh JATI DIRI dan menyatukan HATI NURANI.

            Bukan lagi menjadi rahasia umum merebaknya warung kopi (warkop) di kota Banda Aceh mendapat perhatian khusus dari banyak kalangan. Ibu kota provinsi ini bahkan mendapat julukan dengan kota seribu warung kopi. Mengapa tidak, pesatnya pertumbuhan warung kopi di setiap sudut kota menjadi ciri khas tersendiri bagi kota yang terus berkembangan pesat ini. Budaya yang mengakar dan telah menjadi stereotipe yang melekat pada masyarakat sebagai pecandu kopi ini memang telah menjadi label tersendiri bagi ibu kota provinsi Aceh ini. Secara umum memang masyarakat Aceh terkenal suka nongkrong di warung kopi. Akan tetapi, perkembangan yang cukup pesat warung-warung kopi di Banda Aceh menjadi daya tarik tersendiri bagi warganya. Tua, muda, pria, dan wanita semua warga Aceh suka kopi begitulah gambaran umum yang terlintas jika melihat orang-orang Aceh yang sedang berkumpul di warung kopi.

            Seiring dengan perkembangan zaman yang terus mengarah pada era modernitas, warung kopi tidak lagi sesederhana dahulu yang hanya dijadikan tempat untuk sekedar minum kopi dan menikmati kue serta membaca surat kabar di pagi hari yang khusus hanyabagi orang-orang tua saja. Kini warung kopi telah tersulap dan menjelma menjadi sebuah tempat wajib bagi banyak kalangan mulai mahasiswa ataupun kaum muda dari pagi hingga larut malam, pegawai negeri sipil sampai pada pejabatpun terlihat kongkow-kongkow di warung kopi. Dengan berbagai macam keperluan pastinya. Mulai dari mencari bahan kuliah, sekedar kumpul-kumpul teman, nonton bareng pertandingan sepak bola,ajang silaturahmi, berdiskusi, bahkan kegiatan dakwahpun sudah mulai merambah warung kopi,dan yang paling utama adalah menikmati hotspot gratis untuk dapat berselancar di dunia maya.

            Tak pelak akibat dari  alih fungsi warung kopi tersebut banyak mendapatkan perhatian mulai masyarakat awam sampai pada pemerintah kota. Begitu banyak opini atau bisa dibilang kabar burung yang menyelenting timbul kepermukaan menghasilkan komentar-komentar kritis dari yang positif sampai pada yang negatif. Dan pastinya komentar-komentar itu muncul sesuai dengan kondisi sang komentator. Namun semua komentar itu harus disikapi dengan bijak agar setiap komentar negatif yang muncul kepermukaan khalayak tidak menimbulkan kebencian yang ujung-ujungnya membuat sebagian orang sakit hati atau merasa terdeskriminasi. 

            Merebaknya warung kopi dengan segala keunikan dan embel-embel yang melekat padanya dapat dijadikan keunikan tersedniri yang harus dijadikan sebuah kearifan lokal bagi kota Banda Aceh untuk dapat menarik perhatian dunia dari segi pariwisata kuliner. Karena sajian yang diberikan setiap warung kopi memang mempunyai keunikan tersendiri dalam penyajiannya dan kekhasan rasa kopi yang ada di Aceh sangat berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia bahkan di seluruh belahan dunia. Dengan keunikan tersebut pastilah akan mampu menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisata lokal maupun asing untuk berkunjung ke Aceh. Setiap orang yang berada jauh dari Aceh pasti akan menjadi penasaran dengan keunikan sajian dan rasa yang dimiliki warung kopi yang ada di Aceh. Dengan demikian hal tersebut akan mampu menarik para wisatawan untuk sesegera mungkin berkunjung ke Aceh untuk merasakan kenikmatan sajian kopi yang pastinya akan menjadi inspirasi di setiap tegukannya yang akan menjadi cerita tersendiri bagi penikmatnya.

            Maka sudah dapat dipikirkan oleh para pengusaha warung kopi yang akan dan sedang membuka usaha warung kopi. Mereka harus lebih pintar dan jeli dalam memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai budaya. Bukan hanya sekedar mencari keuntungan materi semata dari sajian-sajian yang disuguhkan. Akan tetapi, lebih dari sekedar mencari keuntung materi dengan usaha yang dilakoni, warung kopi dapat dijadikan sebuah nilai budaya yang bernilai tinggi di mata dunia terlebih lagi dapat menghadirkan konsep islami disetiap kemasan dan kiasan yang ditawarkan kepada setiap pelanggan yang hadir agar tidak lari dari kodrat kedaerahan Aceh yang menganut sistem Syari’at Islam. Sudah tentu pasti semua kegiatan yang ada pada masyarakat Aceh harus bersesuaian dengan ajaran-ajaran dan peraturan-peraturan islam. Dengan demikian tidak akan terjadi pelencengan yang menyebabkan pergesaran nilai yang telah menjadi jati diri daerah Aceh. Maka dengan mengusung konsep nilai budaya keislaman para pengusaha warung kopi telah membantu dalam melancarkannya syari’at islam terus berkembang di Aceh.          

Baca Selengkapnya...

Goresan Tinta Renungan Singkat

Posted by Unknown 0 comments

 Goresan tinta

Sebagai manusia, sejatinya adalah makhluk yang sempurna. Tercipta dengan segala keindahan yang ada dan sinkronisasi antara hati dan otak yang saling bergantung. Sehingga, perasaan dan pikiran berperan aktif dan sangat penting dalam penentuan perilaku yang diharapkan dari apa yang telah mejadi ketentuan seharusnya. 

Allah dengan segala keagungan-Nya dan ke maha besaran-Nya, mempunyai hak penuh atas kehidupan manusia yang telah Dia ciptakan. Maka sudah sepantasnya sebagai manusia yang telah tercipta dari material yang hina dan tumbuh menjadi sel-sel yang luar biasa hingga akhirnya tumbuh menjadi jiwa yang penuh dengan segala kemampuannya. Serta fasilitas kehidupan yang telah dikaruniakan sebagai penopang kehidupan sangatlah pantas untuk selalu disyukuri,

Bukan sedetik, dua detik, ataupun sehari, dua hari. Kehidupan ini terjadi pada pribadi, maka dalam waktu yang tidak singkat itu. Setidaknya, sudah dapat menjadi renungan dan pelajaran untuk dapat mentadaburi firman-firman Allah dalam setiap baitnya yang tertulis indah di sebuah kitab suci Al-Qur’an. Atas renungan tersebut maka sebagai manusia yang telah tercipta dengan buddi dan daya harus mampu membedakan mana yang haq dan yang bathil. Dengan demikian, tidak akan ada lagi pelanggaran nilai dan norma yang telah menjadi ketetapan hidup manusia dari sang penciptanya.

Sangat jelas hukum Allah, telah disempurnakan agama Allah. Kehidupan ini telah terlepas dari belenggu kejahilan yang telah lama mendera kehidupan manusia yang terkungkung dalam kenistaan. Allah yang maha kasih tidak akan membiarkan hamba-Nya tersesat dalam kegelapan. Dia mengirimkan cahaya melalui utusan yang mulia. Nabi terakhir yang berakhlak mulia sebagai penyampai pesan ketuhanan yang sebenarnya. Terlahir sebagai manusia biasa dan mampu menjadi panutan ummat sepanjang masa. Semua telah jelas, tidak ada yang tertutupi atas hukum halal haramnya Allah. Hanya ada satu jalan lurus untuk menuju kebahagian yang hakiki, yakni jalan ketaqwaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah itu mutlak. Carilah yang halal, jauhi yang samar-samar, terima saja yang sesuai sunnah, tinggalkan perdebatan, hingga akhirnya dapat diperbaiki dengan kebenaran. 

Semua pastikan kembali pada Allah!
Cukuplah kematian sebagai pengingan bahwa dunia ini hanya sementara. 


Baca Selengkapnya...

Lima Kunci Sukses Kebahagiaan Hakiki

Posted by Unknown Saturday, January 9, 2016 0 comments
 Kunci sukses kebahagiaan




Untuk hidup bahagia dibutuhkan TOTALITAS dalam ibadah dengan KUALITAS yang baik dan dibutuhkan LOYALITAS serta KAPASITAS yang menjadikan REALITAS dalam kehiduapn sehari-hari untuk menuju kehidupan kampung akhirat.

Konsep kehidupan bahagia adalah hal yang paling didambakan setiap manusia. Siapa manusia yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya? Tentu tidak ada. Walaupun berbagai macam defenisi bahagia menurut masing-masing individu, ada yang mendefinisikan bahagia dengan banyaknya teman, sebagian yang lain bahagia karena banyaknya harta, ada juga yang lainnya bahagia dengan tahta, bahkan ada juga yang bahagia dengan penderitaan orang lain. Bermacam-macam kebahagian yang dirasakan manusia hanyalah sebatas kebahagiaan dunia semata. Karena sesungguhnya kebahagian yang hakiki adalah melakukan ibadah pada Allah ﷻ semata.

Dalam kesempatan kali ini saya akan merangkumkan kebahagian dari lima kata kunci yankni TOTALITAS, KUALITAS, LOYALITAS, KAPASITAS, dan REALITAS. untuk mencapai kebahagian dalam menjalankan ibadah kepada Allah ﷻ agar kebahagiaan itu benar-benar dirasakan apabila lima kata kunci tersebut dapat terpenuhi.

Totalitas, mungkin selama ini kita selalu menyaksikan betapa orang-orang kafir ataupun orang-orang muslim yang melakukan maksiat kepada Allah ﷻ akan tetapi hidup mereka tetap nyaman-nyaman saja, bahagia-bahagia saja, bahkan mereka sangat menikmati kehidupannya. Apa penyebabnya? Tentunya mereka melakukan itu dengan totalitas artinya mereka memang sangat menikmati kemaksiatan yang sedang dilakukannya. Jika orang-orang itu dapat dengan total melakukan kemaksiatan maka sudah sepatutnya kita dalam menjalankan ibadah kepada Allah ﷻ dengan total pula. Betapa nikmatnya ibada tanpa adanya keragu-raguan, tanpa ada rasa was-was syaitan. Caranya tentu saja kita harus siap dengan konsekuensi untuk meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah ﷻ untuk menjalankan ibadah yang diwajibkan dan sunnah-sunnah rasulullah ﷺ.

Kualitas, dalam ibadah bukan hanya kuantitas yang diperhatikan dalam pelaksanaannya. Akan tetapi, kualitas lebih utama dalam menjalankannya. Kualitas dalam beribadah lebih penting untuk diperhatikan karena kerugian besar bagi orang-orang yang menjalankan ibadah terjadi karena tidak memperhatikan kualitas dalam menjalankannya. Tentunya untuk mengukur kualitas dalam ibadah patokannya secara dzahir dilihat dari dua aspek penting yakni iklas karena Allah ﷻ semata dan mengikuti sunnah rasulullah ﷺ. Dengan adanya keiklasan dalam menjalankan ibadah maka ibadah itu sudah tentu pasti diterima tanpa adanya rasa ingin dipuji oleh orang lain untuk melakukan ibadah. Maka sedikit apapun ibadah yang dilakukan hanya untuk mengaharap ridho Ilahi. 

Loyalitas, kebahagian yang ingin diraih tidak akan mungkin didapat tanpa adanya layalitas dalam diri. Hal ini memang berkaitan dengan keiklasan sebagaimana di atas telah diterangkan. Loyalitas yang dimaksud di sini adalah ibadah itu secara sempurna hanya untuk Allah segala yang dilakukan hanya untuk Allah. Dapat dikatakan dalam menjalankan ibadah hanyalah dari Allah, untuk Allah, dan semuanya karena Allah. Tidak ada ibadah-ibadah yang dilakukan selain untuk Allah ﷻ karena ibadah yang dilakukan semua harus untuk Allah ﷻ. Ibadah selain ibadah kepada Allah ﷻ tentunya akan tertolak dan lebih berbahaya karena akan menjadikan orang yang melakukan ibadah bukan karena Allah ﷻ akan terjatuh pada dosa besar yakni syirik. Na’uzubillah.

Kapasitas, sebagaimana sudah dijelaskan di atas bahwa ibadah bukanlah terlihat dari kuantitasnya saja. Kapasitas dalam beribadah sangat penting karena kebanyak dari kita ibadah itu kalau lagi semangat saja atau istilahnya angin-anginan saja dalam ibadah. Ada orang yang terkadang sanggup satu hari membaca Al-Qur’an satu atau bahkan tiga puluh juz. Akan tetapi, tiga bulan ia tidak pernah membaca lagi. Ibadah yang paling baik bukanlah yang paling banyak akan tetapi yang paling sering. Walaupun hanya membaca Al-Qur’an satu lembar akan tetapi rutin setiap hari membacanya lebih baik dibandingkan contoh yang pertama. Semoga Allah ﷻ menjaga ibadah kita setiap hari.

Realitas, ibadah bukanlah angan-angan ibadah sebuah relatias yang kita realisasiakn dari sebuah perbuatan untuk menjalankan perintah Allah ﷻ. Banyak dari kita hanya berangan-angan untuk melakukan ibada akan tetapi tidak pernah merealisasikannya dalam sebuah perbuatan. Sehingga, beberapa golongan tertentu melakukan penyimpangan dalam melakukan ibadah kepada Allah ﷻ dengan berpendapat bahwa ibadah kepada Allah hanya sekedar mengingat saja. Tentulah hal tersebut merupakan pemikiran yang sangat menyimpangan dari ajaran yang telah diwahyukan dari Allah ﷻ kepada manusia terbaik rasulullah ﷺ. Semoga kebahagiaan hakiki benar-benar kita raih dalam mihrab-Nya.

Baca Selengkapnya...

Do'a Rindu Ku Kepada Rasulullah ﷺ

Posted by Unknown Monday, December 21, 2015 0 comments
 Rindu Rasulullah


Do'a kerinduan ku kepada Rasulullah ﷺ

Bait-bait kerinduan pada majelis di mana tidak adalagi kata-kata yang sia-sia, tidak akan ada lagi candaan yang tak berguna dan menyinggung perasaan yang lain. Tak akan terdengar lagi cerita dusta yang menyesatkan pandangan. Pastilah mata tak akan pernah mengantuk, pastilah saat duduk bersama dalam majelis sudah tak akan ada keinginan untuk bangkit meninggalkan majelis. 

Tak salah jika Nabi Muhammad ﷺ yang mulia telah mengamanatkan dalam sabda-Nya yang maknaknya kurang lebih sebagai umatnya haruslah terbiasa berkumpul dengan orang-orang berilmu. Mungkin salah satu hikmah yang dapat saya simpulkan pada diri pribadi ini adalah betapa hebatnya orang-orang berilmu. Itulah yang saya rasakan betapa saya sangat merasa nyaman duduk di antara orang-orang yang berilmu. Hal tersebutlah yang membuat kerinduan ini kepada manusia sempurna utusan Allah ﷻ penutup segala Nabi semakin bergejolak untuk segera terwujud.

Mengapa tidak, membayangkan berada di antara manusia-manusia yang hanya mempunyai ilmu yang belum seberapa dibandingkan oleh Nabi saja hati ini sudah merasa tenang, mata ini seolah berkaca-kaca ingin menumpahkan airmata. Apalagi jika membayangkan dapat duduk dalam satu majelis dengan seseorang yang mampu merubah peradaban dunia, yang telah berhasil menta’lim para sahabat-Nya, yang nama-Nya sampai sekarang tetap harum di tengah-tengah kejahiliyahan masa silam, dan telah mampu menyempurnakan agama Allah secara kaffah

Rindu ini menggila, mengapa tidak! Mendengarkan kisah-kisah para sahabat sayidina Bilal yang sangat mencintai Rasulullah sampai pergi meninggalkan kota Medinah hanya untuk melupakan kenangan dan menghilangan kesedihan saat kepergian Rasulullah. Sudah dapat dibayangkan betapa indahnya kenangan hidup bersama manusia pilihan Allah ﷻ untuk memperbaiki ahklak manusia. Sehingga para sahabat merasa sangat terpukul atas kepergian rasulullah. 

Rindu ini semakin ingin diwujudkan, mengapa tidak! Risalah-risalahNya dalam sabda yang selama ini terbaca dan terdengar seolah menjadi candu dalam kehiduapan yang merasuki jiwa yang lemah ini. Ingin rasanya mata ini memandangya tanpa berkedip lagi, ingin rasa nya hidung ini terus menghirup aroma harum tubuh-Nya, ingin rasanya telingga ini untuk terus mendegar kata-kataNya, dan ingin rasanya mulut ini untuk terus dapat berbincang dengan-Nya tanpa henti. 

Ya Allah kerinduan ini tak dapat terbendung, hanya do’a dan airmata yang mengiring setiap hari untuk terus mengingat-Nya. Dialah manusia terbaik yang telah Allah turunkan ke bumi, embun penyejuk di tengah gersangnya padang pasir. Pelita di gulitanya malam yang tak berbintang, dan dialah satu-satunya Nabi yang diutus untuk seluruh alam. Ya Allah izinkanlah hamba yang hina ini untuk terus dapat mengingat Mu ya Allah dan kumpulkanlah kelak hamba dengan Rasulullah ﷺ dalam satu majelis di hari keabadian kelak. Pertemukan hamba dengan-Nya tanpa kemarahan. Izinkan hamba kembali pada Mu dengan membawa taubat dan kebaikan agar Engkau ridhoi hamba untuk bertemu dengan manusia sempurna yang terus memupuk kerinduan dalam palung jiwa hamba ini. 

Ya Allah izinkan hamba yang lemah ini untuk menjemput takdir baik yang engkau berikan. Seiring waktu bergulir, di tengah banyaknya kemungkaran yang terus mermunculan jagalah hati hamba untuk terus terpaut pada kebaikan dari Mu ya Allah.

Baca Selengkapnya...

Peran Cinta dalam Pernikahan

Posted by Unknown Thursday, December 3, 2015 0 comments
Peran Cinta dalam Pernikahan


Cinta saja tak cukup untuk membangun sebuah keluarga. Lebih dari itu perlu adanya komitmen antara kedua pasangan. Harus saling menutupi kesalahan satu sama lain. Dan harus menghilangkan ke-egoisan (dikutip dari cerpen islami dalam majalah dakwah islami cahaya nabawy edisi 143 Muharram 1437 H / November 2015. Hal : 81).

Pernikahan sejatinya merupakan landasan penyempurna agama, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh manusia sempurna tauladan sepanjang masa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam sabda-Nya yang artinya kurang lebih sebagai berikut :

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)
\
Terlepas dari hadits di atas, pernikahan yang akan dibina haruslah dilandasi atas dasar cinta diantara kedua pasangan yang akan membina mahligai pernikahan. Karena cinta adalah karunia Allah yang mengikat dua hati manusia untuk menjadikan kecenderungan dalam memiliki satu dengan yang lainnya.

Akan tetapi, lebih dari itu bukan hanya cinta yang menjadi landasan setiap pasangan yang akan mengarungi lautan cinta kasih dalam ikatan pernikahan. Ikatan janji suci yang telah terucap di depan wali dan saksi. Hal paling terpenting adalah sebuah komitmen dalam merangkai cinta kasih dalam samudera mahligai rumah tangga yang akan dibina.

Karena sejatinya cinta hanyalah bayang-bayang ilusi dari abstraksi keberadaan yang tak terdefinisi. Cinta hanya hiasan semata sebagai bumbu-bumbu dalam sebuah ikatan suci yang telah disematkan dalam ikrar. Untuk mengarungi lautan kasih dalam sebuah ikatan suci dibutuhkan komitmen dari masing-masing pasangan yang telah melabuhkan hatinya di muara kasih.

Saling mengerti tentang keadaan satu dengan yang lainnya. Memahami dengan sepenuh hati kekurangan satu dengan yang lainnya. Bersedia tanpa syarat untuk membuang jauh keegoisan diantara pribadi-pribadi yang ingin menyatukan dua hati. Mulailai mencintai, mengasihi, saling pengertian, dan saling memahami. Bahkan marah sekalipun semuanya karena Allah. Hubungan yang dilandasi atas dasar cinta karena Allah maka yakinlah komitmen itu tidak akan luntur ketika nantinya telah hadir kejenuhan-kejenuhan di tengah-tengah perjalanan menuju ridho ilahi.

Muhammad Suherman Shah, S.Sos

Baca Selengkapnya...

Jangan Lelah Mencerdaskan Walau tanpa Balasan

Posted by Unknown Friday, November 27, 2015 0 comments
 Suherman Note for Teacher


Muhammad Suherman (26 November 2015) - Untuk guruku tercinta dan untuk diriku sendiri yang masih belajar menjadi seorang guru. kita tak pernah merasa diburu waktu, kita hanya ingin mencerdaskan bangsa dan menjadikan jiwa-jiwa bermartabat dimata dunia dan berakhlak karim di sisi Allah.
kemarin hanyalah momentum formalisasi sebenarnya setiap harinya merupakan hari bagi para pendidik.

Mentari terbenam di ufuk senja menyambut gulitanya malam yang sunyi kian mencekam. Menutup ruas-ruas pandangan di sela-sela keheningan, gulitanya malam menjadi selimut penantian esok yang telah menanti di batas subuh dengan sejuta pengaharapan akan semboyan-semboyan bernilai emas dari lantunan manis suara hati yang siap terlontarkan.

Pagi menyambut diiringi nyanyian merdu alam dengan kesejukannya yang menenangkan jiwa. Dentingan waktu yang terus berjalan menagajak beranjak dari tempat peristirahatan menuju tepat yang telah melahirkan para pejuang bangsa yang bermartabat, tempat yang memberikan ruang aspirasi dapat apresiasi tanpa adanya sekat-sekat kesukuan, kekuasaan, dan prestise kekayaan, tempat dimana janji-janji suci diikrarkan, dan di tempat itu juga ruang yang dipenuhi dengan rasa hormat atas prestasi dan peringatan atas ketidak disiplinan.

Di teras, tergantung besi tua yang menjadi pengingat kebahagian maupun ketidak sukaan. Pengingat bergantinya waktu, pengingat bahwa hidup telah ditentukan dan tak bisa diubah sesuka hati dengan kemauan sendiri.

Perjuangan untuk menjadi pendidik yang menjadi tauladan yang baik tidaklah terbatas teori semata. Akan tetapi, budi pekerti sehari-hari menjadi evaluasi bagi pecontoh. Bukan perkara mudah juga menjadi pribadi yang benar-benar bersaja, dengan berbagai problematika yang melanda diri. Berpisah dengan keluarga, kapabilitas dari otoritas ruang pribadi harus diminoritaskan. Demi mengasah generasi bangsa yang bukan siapa-siapa dan harus mengayomi seolah anak sendiri.

Walau semua pengorbanan, pengabdian, dan ketulusan itu tanpa tanda jasa. Tetap saja layak gelar pahlwan disandangkan atas perbuatan yang mulia itu. Apresiasi itu akan terbukti dengan tidak melunturnya semua kenangan saat yang telah terdidik beranjak jauh dari tempat tujuan saat yang terdidik meninggalkan rumah-rumah huniannya. Karena nilai-nilai prasasti yang telah tertanam dalam jiwa dari pribadi sebagai pendidik yang mengajar sepenuh hati dan pengabdiannya untuk negeri tanpa pamrih.

Selamat hari guru nasional “jangan lelah mencerdaskan, walau tanpa balasan”.

Muhammad Suherman Shah, S.Sos

__________________

Keyword: hari guru Nasional‬, ‪‎bangga jadi Guru,‬ mengajar sepenuh hati‬, ‎mengabdi untuk negeri,‬ bertakwa pada Ilahi‬, diary Selfie tour‬.

Baca Selengkapnya...

Wisuda Muhammad Suherman Shah

Posted by Unknown Tuesday, November 24, 2015 0 comments


Persembahan cinta untuk bunda ‪#‎wisuda‬ ‪#‎akhirnya‬ ‪#‎cie‬-cie pada waktunya ‪#‎diarySelfietour
Persembahan untuk ibu ku tercinta yang sangat bercita-cita anaknya menjadi sarjana. Ceritanya begitu panjang jika harus dirincikan dari awal hingga akhirnya aku dapat mengenakan baju toga kebanggaan setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Tidak sedikit yang berujung tragis hanya demi gelar dan selebrasi di hari bersejarah ini. Tidak sedikit juga yang menacari-cari jalan pintas hanya untuk moment selebrasi di puncak acara. Hanya demi sebuah status baru dengan pretise yang lebih dari sebelumnya.

Aku bersyukur pada Allah yang maha kuasa, pencapaian ini begitu bermakna. Berawal dari keterpakasaan, berjalan dengan berjuta hambatan, dan Alhamdulillah akhirnya berakhir dengan manisnya senyuman diiringi air mata kebahagiaan. Inilah yang sering terucap dari bisikan burung yang mengabarkan bahwa semuanya akan cie-cie pada waktunya. Akhirnya hari ini takdir telah membawaku pada momentum yang berharga ini hasil perjuangan dan doa orang tua yang selalu dan selalu tidak pernah merasa lelah dalam setiap detiknya. Itulah yang terus menguatkan dalam langkah demi langkah proses yang telah aku lalui.

Cinta ini setelah aku mencintai Allah dan rasul-Nya hanyalah ibuku, ibuku, dan ibuku. Maka kebahagiaan ini sangat layak dia yang merasakan sepenuhnya. Pencapaian ini cita-cita lama yang terwujud atas izin Allah. Bagi sebagian orang mungkin ini hanyalah hal yang sangat biasa atau sangat tidak bernilai. Akan tetapi, tidak bagi ku. Inilah takdir Allah yang sangat luar biasa diantara takdir-takdir keduniaan yang lain. Mengapa tidak, karena waktu telah membuktikannya dan keadaan juga merasakannya.

Sesuatu yang wow, di sinilah letak luar biasanya. Seorang janda tua yang serba kekurangan secara materi dari kaca mata manusiawi mampu menjadikan anak laki-lakinya mengenal dunia luar yang luas nan buas dan telah mengantarkan pada gelar sarjana muda di universitas ternama dengan gelar sarjana sosiologi. Yang jika dipikir dengan akal sehat sangatlah tidak mungkin hal ini terjadi jika bukan karena campur tangan Allah sang pemilik jagad raya.

Tidak pernah berharap banyak, dan bukan juga seorang pemimpi besar tentang hal keduniaan. Hanya punya satu cita-cita besar yang ingin diwujudkan yakni menjadikan diri ini pribadi yang lebih dan dapat bermanfaat untuk orang lain. Terimakasih untuk ibu ku tercinta semoga perjuangan mu mendapatkan balasan surga dari Allah, itulah balasan yang paling layak atas segala yang telah kau lakukan untuk aku anakmu.

Sebait lantunan untuk cinta kasih mu
“Aku sudah menangis, aku sudah tertawa semua tetap indah. Aku harus juara berdiri di sini tegar. Aku disini untuk bunda menangkan hati kalahkan dunia”.

Muhammad Suherman Shah, S.Sos

Baca Selengkapnya...

Yudisium Muhammad Suherman Shah

Posted by Unknown Thursday, November 19, 2015 0 comments
Yudisium Muhammad Suherman Shah
Sosiologi - Angkatan 2010 - Universitas Syiah Kuala




Akhirnya cie-cie pada waktunya juga ‪#‎diarySelfietour‬  ‪#‎sepatuISTIMEWA‬ ‪#‎YUDISIUM‬

Pepatah berkata bahwa sebagus-bagus sepatu ia pasti tetap di bawah terinjak-injak, dan seburuk-buruk topi ia tetap berada di kepala. Akan tetapi bagi ku semua sama saja tidak ada yang lebih mulia ataupun lebih hina. Segala benda yang ku punya mempunyai cerita tersendiri dalam sebuah pencapaian hidup keduniaan dan mudah-mudahan sampai pada kehidupan akhirat kelak. Salah satu sepatu yang sangat berharga yakni sepatu ku yang telah menemaniku selama perkuliahan yang telah aku persiapkan untuk moment kedunian yang special.

Telah beberapa kali sepatu ini terinjak oleh teman-teman diruang senat pengukuhan sebagai sarjana muda. Dan kini akhirnya siempunya yang mengenakannya sendiri diruang rapat senat terbuka sebagai pengukuhan gelar sarjana sosiologi. Sebenarnya bukan nilai dari sebuah sepatu yang tidak ada harganya tersebut. Akan tetapi, proses yang telah lalu berjalan menjadi saksi betapa perjuangan yang selama ini terasa begitu melelahkan dan sempurna. Suka, duka, tawa, dan air mata tidak lagi terhitung selama kurang lebih lima tahun menjalani studi.

Kehidupan yang benar-benar hidup akan dimulai, mulai hari ini 19 November 2015 ini kedewasaan harus benar-benar terpetik sehingga dapat dirasakan nikmatnya kehiduapan. Proses pendewasaan telah berjalan sekarang saatnya mematangkannya tanpa karbit untuk memikirkan kehidupan. Membahagiakan orang tua, memilih calon ibu untk anak-anak ku kelak dan berbagai rencana keduniaan yang lebih matang sebagai jalan menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

Baca Selengkapnya...

Eksplore Lamreh

Posted by Unknown Thursday, April 2, 2015 0 comments
         Eksplor wisata Lamreh.. sungguh karunia yang sangat luar biasa. tak satupun manusia sanggup dengan logikanya memikirkan bagaimana Allah yang maha kuasa menciptakan ini semua. dan hanya orang-orang yang berpikirlah mampu menerima kebenaran-Nya

















Baca Selengkapnya...

Indahnya Taubat*

Posted by Unknown Saturday, March 28, 2015 0 comments
Sahabatku yang dirahmati Allah, marilah seluruh jiwa dan raga ini senantiasa memuji ke-Esaan Allah yang selalu melimpahkan curahan rahmat serta kasih sayangnya kepada hamba-hamba ciptaan-Nya. Dan jangan kita pernah melupakan dan jangan pernah berhenti untuk terus bershalawat pada nabi Muhammad SAW. Nabi pencerah yang telah diutus, Nabi akhir zaman yang berhasil membawa peradaban besar pada seluruh aspek kehidupan, atas izin dan ridho Allah nabi besar muhammad  SAW telah membawa umatnya dari kungkungan jahiliyah kepada dunia islamiyah yang penuh dengan berkah.

Sahabatku, disadari atau tidak siapapun kita pasti pernah bersalah, kecil atau besar dosa-dosa itu tidak terlepas dari setiap hamba Allah. Karena nabi yang agung telah menyebutkan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik ra yang artinya kurang lebih :
“setiap anak adam sering melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah, No. 4251).

Maka dari itu dosa-dosa yang telah dan terlajur kita lakukan bukanlah untuk ditangisi dengan ratapan dan disesali tanpa makna sedikitpun. Akan tetapi, dosa-dosa yang telah terlanjur kita lakukan seharusnya dihapus dengan taubat sebenar-benar  taubat serta memperbaiki diri agar tidak lagi terjerumus pada kesalahan yang sama atau melakukan hal-hal yang serupa hanya demi kepuasan duniawi semata.

Tulisan singkat ini bukanlah untuk membahas secara mendalam cara-cara ataupun sayarat-syarat dalam bertaubat. Untuk masalah tersebut mungkin jika Allah berkehendak kita akan bahas lebih dalam di lain kesempatan ataupun kita kaji bersama orang yang lebih faham untuk urusan tersebut. Tulisan singkat ini hanya berfocus pada sebuah renungan bagi kita bersama betapa nikmat dan indahnya orang-orang yang berdosa kemudian ia bertaubat serta tetap istiqamah dalam taubatnya.

Hadits di awal telah menjelaskan bahwa tidak seorangpun anak adam yang tidak berdosa. Mengapa dosa ini sangat dekat dan sangat mudah kita lakukan? Jawabnya jelas sangat mudah, karena dosa itu tidak berbau dan membekas kecuali kesyirikan dan dosa-dosa besar yang sengaja dipamerkan. Dalam kondisi seperti apapun kita sebagai manusia sangat mudah untuk melakukan dosa. Di pasar, di kamar, di kantor bahkan di dalam majelis ilmupun kita dapat berbuat dosa yang tanpa kita sadari. Dari dosa kecil sampai dosa besar sekalipun. Dosa itu memang tidak berbau sehingga kita suka terlena dibuainya. Seandainya setiap melakukan dosa menimbulkan aroma busuk pada diri kita maka tidaklah saat ini kita akan saling berdekatan satu dengan yang lainnya.

Sungguh Allah maha sempurna keagungan-Nya,  segala yang telah Dia tetapkan mengandung hikmah yang begitu luar biasa di luar jangkauan logika kita sebagai manusia. Apapun itu termasuk dosa yang Allah takdirkan pada hamba-Nya, dengan dosa-dosa pastinya kita semakin memaknai betapa indahnya hidup ini. Betapa nikmatnya tetesan air mata di sepertiga malam saat kita berdo’a memohon ampunan atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sungguh Allah memberikan kenikmatan tersendiri bagi para pendosa yang bertaubat seakan terlahir kembali setelah melakukan taubat.

Sahabtku, tunggu apalagi? Ayo segera bertaubat! Allah maha menerima taubat. Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang bertaubat. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hamzah Anas Bin Malik Al Anshari, Pembantu Beliau yang berisi :
“sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seorang di atara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas”. (HR. Bukhari, No. 3609 dan Muslim, No. 2747).
Ayo sahabatku, bergegaslah perbaiki diri, jadilah orang-orang yang berpikir, senantiasa memperbanyak ingatan akan penghenti kenikmatan dunia ini yakni kematian niscaya hati ini akan luluh. Orang-orang yang berakal adalah orang yang selalu mengintropeksi dirinya. Jangan pernah merasa diri ini paling benar kita lihat riwayat para rasul terdahulu walaupun mereka adalah utusan Allah yang telah maksum tetap melakukan kekeliruan karena hidup kita ini dibayangi oleh musuh yang nyata, yang telah berikrar pada Tuhannya untuk terus menyesatkan bani Adam. Maka jangan pernah terbuai, terus sebarkan amar ma’ruf nahi mungkar dan jaga diri kita ini dari gemuruhnya api neraka walau hanya dengan bersdekah sebiji kurma (Kutipan hadits).

Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat!

*)telah disampaikan pada Kultum Bersama Mahasantri Dayah Dirassatul Ulya, Desa Baet. 




Baca Selengkapnya...

Menelusuri Kota Banda Aceh Model Kota Madani

Posted by Unknown Monday, March 16, 2015 0 comments

Banda Aceh adalah kota Madani yang telah berhasil menarik perhatian dunia. Kota kecil ini begitu banyak menyimpan kenangan sejarah yang mendunia. Sebuah kerajaan besar pernah berdiri kokoh pada masanya. Semua bangsa-bangsa di dunia tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap eksistensi keberadan kerajaan tersebut. Anggapan penjajah Aceh adalah daerah yang paling alot untuk dapat ditaklukan.

Era yang terus berkembang telah membawa peradaban besar bagi seluruh dunia, tidak terkecuali kota yang dulunya bernama Kuta Raja ini. Arus globalisasi di era modern telah mendorong sebuah perubahan besar. Akan tetapi kota Banda Aceh masih tetap kokoh dengan komitmen besar mengemban amanat seluruh rakyat dari sudut kota sampai pelosok desa untuk terus mempertahankan Syari’at Islam.

Kota yang bangkit dari keterpurukan akibat diluluh lantahkan oleh amukan gelombang dahsyat. Telah tersulap menjadi kota kecil nan bersahaja. Di setiap sudutnya begitu indah dan bermakna, syi’ar islam terus tersiar di rumah-rumah Allah dan keseluruh aspek kehidupan masyarakat.

Maka, tidak berlebihan rasanya kita sanjung kota kecil ini. Allah benar-benar masih menjaga marwahnya sebagai kota madani. Tidak perlu ada rasa takut saat berjalan sendirian walaupun di malam hari, karena tempat ini benar-benara aman dan nyaman bagi siapa saja. Allah benar-benar menjaga kesuciannya sebagai Serambi Mekkah. Adapun masalah-masalah yang muncul baik itu dalam kehidupan sosial hanyalah sebagai ujian dari Allah atas orang-orang yang beriman agar terus menyebarkan syiar islamiah, menegakkan yang haq dan mencegah yang bathil.

Hal tersebut harus benar-benar disyukuri, kita terlahir di negeri dengan Syari’at Islam namun tetap aman dan nyaman dari gangguan musuh. Di mana saat negara-negara islam lainnya yang senantiasa menjadi tujuan penyerangan dan pembantaian oleh kaum-kaum yang tidak pro dengan islam. Allah memberikan karunianya dengan nikmat kehidupan yang tiada tara ini telah sepatutnya kita menjalankan syari’at Allah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya.





Baca Selengkapnya...

Mengapa Kita Berputus Asa? Nikmat Allah itu Tiada Batas

Posted by Unknown Wednesday, March 11, 2015 0 comments

Sumber : Google
Sungguh sempurna kehidupan ini, telah diatur dalam sebuah pengaturan yang tiada tandingannya. Allah yang maha perkasa sebagai penyusun skenario sungguh tiada keraguan dalam mengimaninya. Tiada seorangpun yang akan mampu berpikir atas kedahsyatan penciptaan yang telah dibuat oleh Allah yang begitu megah. Alam yang terbentang luas, miliaran galaksi, beragam mahkluk serta segala yang telah dikabarkan pada manusia baik tampak maupun tidak dalam pandangan telah tercipta apik dalam koridornya.

Kenikmatan-kenikmatan yang telah sampai pada manusia sangatlah tak terbatas baik dalam segi jumlah maupun kualitasnya. Bahkan tidak akan sanggup bagi manusia yang mencoba-coba membuat tandingan atas-Nya. Akan tetapi, manusia terkadang lupa atas karunia yang begitu luasnya sehingga masuklah pada perangkap musuh-musuh Allah yang nyata dalam rongga-rongga dada dan membisikan kesombongan, kekerasan, kemarahan, kemunafikan, kebencian dan ketidaksadaran atas karunia Allah yang telah dilimpahkan padanya. Keserakahan yang menjadi kebiasaan pasti akan siap membinasakan.

sumber : Google
Kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara itu seakan menjadi pelepas dahaga di tengah gersangnya iman, menjadikan kesejukan di bawah teriknya kelalaian. Lupa adalah penyakit tanpa obat ketika telah lalai menikmati indahnya karunia Allah yang tiada tandingan. Seolah tiada lagi campur tangan dan gerak dari sang penciptanya. Seolah kemampuan, kecerdasan, kepiawaian, dan kesuksesan yang dimiliki semata karena kemampuannya sendiri.

Maka tidak sedikit yang berputus asa saat kenikmatan itu dicabut seketika, kenikmatan itu mulai luntur dan sedikit demi sedikit ditarik oleh sang pemilik yang hanya menitipkan kenikmatan-kenikmatan itu. Akhirnya saat kenikmatan itu benar-benar tak lagi dirasakan maka penyakit diri mulai muncul yakni putus asa sebagaimana Allah telah berfirman dalam kitab suci Al-Qur’an, yang artinya: 

 “dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterimakasih”. (Q.S Hud : 9)

Seakan sudah menjadi fitrah manusia sebagai mahkluk yang sangat sedikit bersyukur dan banyak berkeluh kesah serta tidak sabar akan ujian yang ditetapkan Allah padanya. Akan tetapi, Allah tetap menegaskan bahwa ada orang-orang yang tetap beruntung sebagaimana Allah melanjutkan  firmanya:

“kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan mereka memperoleh ampun dan pahala yang besar”. (Q.S Hud :11)


Sumber : Google
Dengan demikian Allah tetap melihat mana hamba-bamba Nya yang berjalan di atas fitrahnya yang suci. Sungguh tidak terbatas karunia Allah maka tidak ada alasan sebagai manusia untuk lupa dalam mengucap syukur dan mengimplementasikannya dalam keseharian. Dan yang terpenting adalah sebuah kesabaran yang seharusnya tiada batas atas segala cobaan yang seakan terus mendera, jauhkan sikap putus asa dengan mengobati penyakit lupa dengan cara mengembalikan ingatan pada sang pencipta. Ingat akan kekuasaan-Nya, Kenikmatan-Nya, serta ingatkan diri dengan balasan baik dan buruk dalam dunia yang sementara ini maupun untuk kehidupan akhirat kelak dari perbuatan yang telah diperbuat dalam Keseharian.  



Baca Selengkapnya...

Mengenal Idola dari Media Terpercaya

Posted by Unknown Tuesday, March 3, 2015 0 comments

Setiap insan pasti mempunyai seorang idola yang dikagumi sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umat muslim sudah pasti nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan yang paling sempurna untuk hamba-hamba Allah yang menginginkan jalan kebaikan. Mulai dari keluarga, masyarakat, hingga ketatanegaraan tidak terlepas dari contoh-contoh yang telah diberikan rasulullah pada umatnya. Akan tetapi, sekarang kita tidaklah berada di mana saat beliau masih hidup, sehingga kita tidak dapat melihat langsung contoh darinya. Namun demikian, begitu banyak media yang telah mengabarkan tentang keagungan ahklak mulia dari rasulullah yang telah tercantum dalam Al-Qur’an, Hadits-hadits yang disampaikan oleh sahabat sampai pada sekarang. Seiring dengan perkembangan zaman, semua itu sudah sangat mudah untuk kita dapat dari media elektronik maupun cetak. Semua informasi yang telah kita dapatkan dari guru agama dan orang tua kita semakin diperluas dengan sajian yang semakin simpel dan menarik.

Media merupakan salah satu agen sosial yang sangat berpengaruh bagi perkembangan individu. Fungsinya sebagai sarana transfer informasi agar dapat diserap oleh yang membutuhkan. Media massa telah merasuk kesendi-sendi kehidupan yang seolah telah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Seiring dengan perubahan masa yang terus berkembang, semakin pesatnya kemajuan teknologi dan informatika semakin mudah pula pengaksesan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi rasa keingingintahuan yang besar. Persaingan di bidang teknologi dan informatika terus melejit bak roket yang meluncur ke udara, informasi yang sangat mudah terakses melalui jaringan internet, kini seolah telah menjadi madu dan racun bagi penggunannya.

Sebagai penikmat teknologi dan informatika yang terus berkembang, terkadang terlupakan oleh pengguna untuk memilih informasi yang tepat dan berguna. Sering juga terabaikan sumber-sumber yang valid sebagai referensi. Karena memang tidak sedikit informasi dan sumber abal-abal yang terakses ditelan mentah-mentah oleh penikmat cyber tanpa ada filterisasi dalam mengambil rujukan. Banyak informasi yang tidak proposional dan tidak sesuai kebutuhan terus terakses. Terlebih lagi informasi yang mucul di internet tidak sesuai dengan kaidah-kaidah islamiah. Mulai dari iklan-iklan yang muncul, situs-situs pornografi yang tidak terbendung, dan banyak tulisan-tulisan yang menyesatkan. Tentu hal ini akan menimbulkan dampak sangat buruk bagi pengguna yang tidak pandai memilih informasi yang benar-benar berkualitas sesuai dengan kebutuhan.

Selain internet, Televisi adalah salah satu media yang dekat dan familiar. Hampir seluruh masyarakat menggunakan Televisi sebagai sumber informasi utama dalam kesehariannya, mulai dari kota hingga desa rata-rata rumah telah diisi dengan Televisi. Tayangan yang ditampilkan TV sangat beragam mulai dini hari sampai larut malam semua stasiun TV terus berlomba-lomba memberikan suguhan tayangan hiburan, olahraga, infotainment, sinetron, berita aktual, dan masih banyak lagi program-progam yang ditayangkan untuk menarik perhatian pemirsanya. Akan tetapi, sangat disayangkan tidak sedikit stasiun TV yang tidak lagi peduli dangan manfaat tayangan-tanyangan siarannya. Program yang disiarkanpun hanya sebagai pendongkrak ratting sebuah acara, tanpa memikirkan bahwa mereka telah memberikan tontonan yang sangat tidak patut menjadi tuntunan. Akan tetapi, yang menjadi masalah budaya populer yang sering menjangkiti masyarakat menjadikan TV sebagai pedoman dalam keseharian. Gaya hidup selebritis yang menjadi idola seakan adalah acuan dalam keseharian walau itu tidak sesuai dengan nilai dan norma keislaman.

Pengaruh Televisi seakan menjadi problematika kekinian, dari kanak-kanak, remaja, hingga dewasa terjangkiti virus TV seolah pola kehidupan itu telah disettingdan dibimbing TV. Bahkan yang lebih memilukan lagi kata-kata selebritis itu seolah menjadi fatwa dan pedoman sebagai rujukan yang shahih. Terlebih gaya hidup selebriti yang masuk pada sendi-sendi kehidupan nyata seperti pernikahan, perceraian, mode pakaian dan sebagainya sudah benar-benar menjadi trending topik yang terus hangat diperbincangkan dan terus menjadi acuan untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga lupa bahwa ada tauladan yang paling mulia. Orang-orang yang tetap pada pendirian mengikuti sunnah rasulnya dianggap kolot dan tidak sesuai dengan masa kini. Seolah gaya penyanyi rocklah yang paling pantas, gaya hidup penyayi dangdut lah yang harus diikuti, serta mode pakaian bintang iklan yang harus menjadi pakaian keseharian, serta banyak hal lain yang seolah menjadi suatu kebutuhan paling pokok.

Ditengah-tengah problematika umat yang senantiasa terpengaruh oleh media, terus terjadinya dekadensi moral, serta munculnya labil sosial. Ada satu media yang telah memanfaatkan teknologi dan informatika sebagai jalan dakwah untuk terus mengenal idola yang sesungguhnya. Media yang telah megudara dan sering mengisi ruang dengar ini memberikan nuansa yang berbeda dalam penyajian informasi, diatara ketatnya persaingan industri media penyiaran, media ini mampu bersaing dan membuktikan bahwa syiar islamiah itu sangat penting dan bermanfaat. Media ini telah mengenalkan banyak orang tentang sosok suri tauladan yang paling mulia. Walau sudah tidak lagi berada di Zaman kenabian setidaknya syiar-syiar kenabian itu terus mengudara dengan suara tak berupa telah cukup menjadi pengingat dan hujjahuntuk lebih mengenal sosok nabi akhir zaman Muhammad SAW sebagai rasul Allah manusia paling mulia.

Sumber Gambar : google




Baca Selengkapnya...