DIARY

Showing posts with label DIARY. Show all posts
Showing posts with label DIARY. Show all posts

Wisuda Muhammad Suherman Shah

Posted by Unknown Tuesday, November 24, 2015 0 comments


Persembahan cinta untuk bunda ‪#‎wisuda‬ ‪#‎akhirnya‬ ‪#‎cie‬-cie pada waktunya ‪#‎diarySelfietour
Persembahan untuk ibu ku tercinta yang sangat bercita-cita anaknya menjadi sarjana. Ceritanya begitu panjang jika harus dirincikan dari awal hingga akhirnya aku dapat mengenakan baju toga kebanggaan setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Tidak sedikit yang berujung tragis hanya demi gelar dan selebrasi di hari bersejarah ini. Tidak sedikit juga yang menacari-cari jalan pintas hanya untuk moment selebrasi di puncak acara. Hanya demi sebuah status baru dengan pretise yang lebih dari sebelumnya.

Aku bersyukur pada Allah yang maha kuasa, pencapaian ini begitu bermakna. Berawal dari keterpakasaan, berjalan dengan berjuta hambatan, dan Alhamdulillah akhirnya berakhir dengan manisnya senyuman diiringi air mata kebahagiaan. Inilah yang sering terucap dari bisikan burung yang mengabarkan bahwa semuanya akan cie-cie pada waktunya. Akhirnya hari ini takdir telah membawaku pada momentum yang berharga ini hasil perjuangan dan doa orang tua yang selalu dan selalu tidak pernah merasa lelah dalam setiap detiknya. Itulah yang terus menguatkan dalam langkah demi langkah proses yang telah aku lalui.

Cinta ini setelah aku mencintai Allah dan rasul-Nya hanyalah ibuku, ibuku, dan ibuku. Maka kebahagiaan ini sangat layak dia yang merasakan sepenuhnya. Pencapaian ini cita-cita lama yang terwujud atas izin Allah. Bagi sebagian orang mungkin ini hanyalah hal yang sangat biasa atau sangat tidak bernilai. Akan tetapi, tidak bagi ku. Inilah takdir Allah yang sangat luar biasa diantara takdir-takdir keduniaan yang lain. Mengapa tidak, karena waktu telah membuktikannya dan keadaan juga merasakannya.

Sesuatu yang wow, di sinilah letak luar biasanya. Seorang janda tua yang serba kekurangan secara materi dari kaca mata manusiawi mampu menjadikan anak laki-lakinya mengenal dunia luar yang luas nan buas dan telah mengantarkan pada gelar sarjana muda di universitas ternama dengan gelar sarjana sosiologi. Yang jika dipikir dengan akal sehat sangatlah tidak mungkin hal ini terjadi jika bukan karena campur tangan Allah sang pemilik jagad raya.

Tidak pernah berharap banyak, dan bukan juga seorang pemimpi besar tentang hal keduniaan. Hanya punya satu cita-cita besar yang ingin diwujudkan yakni menjadikan diri ini pribadi yang lebih dan dapat bermanfaat untuk orang lain. Terimakasih untuk ibu ku tercinta semoga perjuangan mu mendapatkan balasan surga dari Allah, itulah balasan yang paling layak atas segala yang telah kau lakukan untuk aku anakmu.

Sebait lantunan untuk cinta kasih mu
“Aku sudah menangis, aku sudah tertawa semua tetap indah. Aku harus juara berdiri di sini tegar. Aku disini untuk bunda menangkan hati kalahkan dunia”.

Muhammad Suherman Shah, S.Sos

Baca Selengkapnya...

Yudisium Muhammad Suherman Shah

Posted by Unknown Thursday, November 19, 2015 0 comments
Yudisium Muhammad Suherman Shah
Sosiologi - Angkatan 2010 - Universitas Syiah Kuala




Akhirnya cie-cie pada waktunya juga ‪#‎diarySelfietour‬  ‪#‎sepatuISTIMEWA‬ ‪#‎YUDISIUM‬

Pepatah berkata bahwa sebagus-bagus sepatu ia pasti tetap di bawah terinjak-injak, dan seburuk-buruk topi ia tetap berada di kepala. Akan tetapi bagi ku semua sama saja tidak ada yang lebih mulia ataupun lebih hina. Segala benda yang ku punya mempunyai cerita tersendiri dalam sebuah pencapaian hidup keduniaan dan mudah-mudahan sampai pada kehidupan akhirat kelak. Salah satu sepatu yang sangat berharga yakni sepatu ku yang telah menemaniku selama perkuliahan yang telah aku persiapkan untuk moment kedunian yang special.

Telah beberapa kali sepatu ini terinjak oleh teman-teman diruang senat pengukuhan sebagai sarjana muda. Dan kini akhirnya siempunya yang mengenakannya sendiri diruang rapat senat terbuka sebagai pengukuhan gelar sarjana sosiologi. Sebenarnya bukan nilai dari sebuah sepatu yang tidak ada harganya tersebut. Akan tetapi, proses yang telah lalu berjalan menjadi saksi betapa perjuangan yang selama ini terasa begitu melelahkan dan sempurna. Suka, duka, tawa, dan air mata tidak lagi terhitung selama kurang lebih lima tahun menjalani studi.

Kehidupan yang benar-benar hidup akan dimulai, mulai hari ini 19 November 2015 ini kedewasaan harus benar-benar terpetik sehingga dapat dirasakan nikmatnya kehiduapan. Proses pendewasaan telah berjalan sekarang saatnya mematangkannya tanpa karbit untuk memikirkan kehidupan. Membahagiakan orang tua, memilih calon ibu untk anak-anak ku kelak dan berbagai rencana keduniaan yang lebih matang sebagai jalan menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

Baca Selengkapnya...

Curahan Hati

Posted by Unknown Tuesday, February 24, 2015 0 comments


Tulisan ini merupakan curhatan saya sebagai mahasiswa akhir yang terbengkalai dengan masalah akadedemik yang menjadi polemik akhir-akhir ini. Disaat segala sesuatunya telah selesai untuk menjadi sarjana tetapi harus terhambat TOEFL disitu kadang saya merasa sedih. Mungkin inilah ungkapan yang tepat untuk saya. Tapi saya tidak terlalu sedih karena ini mungkin takdir Tuhan untuk saya. Tapi hal ini sebenarnya tidak bisa diterima dengan begitu saja. Karena bukan hanya saya saja yang mengalami kejanggalan ini tapi begitu banyak mahasiswa akhir lainnya menderita kesamaan dengan saya. Whats Wrong???

Pembuat kebijakan itu mungkin tak pernah memimikirkan kebenaran yang diutarakan oleh orang lain. Mereka-meraka itu hanya membuat apa yang menurutnya benar tanpa memikirkan dampak buruk dari suatu kebijakan yang dibuat dengan buru-buru dan terkesan dipaksakan. Gagasan tersebut hanya sebagai kepentingan semata untuk tampak hebat di mata civitas yang lainnya.

Seharusnya mereka itu manusia berpendidikan tinggi mampu berpikir luas. Bukankah jika kita berada pada ketinggian akan melihat banyak pemandangan yang lebih luas??? Di kampus Jantung Hati Rakyat Aceh ini, tidaklah semua dalam kondisi strata yang sama secara sosial, ekonomi dan mentalitas pastinya. Atas dasar ketidak setaraan itulah seharusnya kebijakan-kebijakan yang dibuat harus dapat menyetarakan agar nantinya tidak akan timbul dihati-hati yang lemah ini akan adanya deskriminasi hak dan kewajiban.

Apakah TOEFL itu harus menjadi standart sebuah kelulusan??? Coba bayangkankan kasus yang terjadi beberapa saat lalu tidak sedikit calon-calon agen of change itu telah melakukan kecurangan hanya demi selembar kertas dan sebuah title baru. Ini telah membuktikan betapa lemahnya keimanan para intelektual yang didukung dengan kondisi struktur sosial yang mendukung untuk melakukan penyelewengan tersebut. Sampai saat ini tidakkah para pembuat kebijakan itu berpikir? Masihkanh nilai akademik yang paling utama? Tanpa mementingkan nilai-nilai keagamaan yang kuat? Seharusnya nilai spiritual itu lebih diutamakan.

OK FINE!!! Bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat penting dalam kehidupan. Sesuai perkembangan zaman kita butuh bahasa itu untuk dapat bersaing dalam sebuah kompetisi dunia yang akan memangsa orang-orang lemah dalam penguasaaan informatika, teknologi serta bahasa yang menjadi bahasa dunia. Jika sebuah lembaga menginginkan anggota didalamnya mampu berbuat sesuai kebijakan yang dibuat. Akan timbul sebuah perntanyaan apakah sudah ada langkah-langkah untuk mewujudkannya? Atau memang dibuat untuk mewujudkannya tetapi secara mendadak yang itu bisa saja tidak fair. Mengapa baru sekarang? Mengapa disaat mahasiswa itu telah disibukan dengan hal yang sangat rumit dengan urusan kampus? Kenapa tidak dari dulu disusun program perkuliahan bahasa inggris dengan materi TOEFL.

Semua mahasiswa sudah pasti berkonsentrasi dengan bidangnya masing-masing sesuai dengan jurusan yang diambilnya. Matakuliah bahasa inggris yang hanya 2 SKS  apakah itu cukup untuk mengukur kekuatan score TOEFL? Sama sekali tidak!!! Karena materi yang diajarkan juga tidak mengarah pada TOEFL. Pengalaman saya selama mengikuti perkuliahan 1 semester bersama dosen pengajar itu hanya mengajarkan perkenalan diri, selebihnya ia berpromosi ria dengan bisnis MLM (Multi Level Marketing) yang sedang ia rintis. Masih sangat teringat di benak saya kuliah semester-semester awal dulu.

Apakah kesalahan ada pada saya jika tidak bisa mencapai nilai TOEFL? Okelah... jika ada yang berkicau “kan bisa les, kan banyak cara untuk belajar!”. Fine-fine saja bagi saja mereka bilang begitu jika tidak merasakan apa yang orang lain rasakan. Atau ada yang bilang “makanya kuliah 4 tahun itu jangan ditunda-tunda selesainya!”. Wow luar biasa sekali kata-kata ini jika saya dengar. Memang mereka benar-benar tidak punya pikiran yang matang saat berbicara. Lama menyelesaikan kuliah bukan berarti kita yang menunda begitu banyak faktor bahkan dosen juga menjadi salah satu faktor penghambatnya. Selain itu sebagaimana yang telah saya sebut di atas bahwa ada mahasiswa-mahasiswa yang super dalam menjalani perkuliahan. Ada yang bekerja untuk membiayai kehidupannya membantu perekonomian orang tuanya. Ada juga yang rajin di organisasi demi kebanggaan kampus juga bukan??? “MIKIR!!! (Cak Lontong)”

Beasiswa yang katanya untuk mahasiswa kurang mampupun tidak tepat sasaran. Banyak  anak yang orang tuanya PNS menjadi miskin demi beasiswa. Sementara saya yang anak seorang janda petani serabutan tidak pernah mendapat yang seharusnya menjadi hak saya. Tapi saya tidak pernah bersedih hati dengan hal itu, dan sayapun tidak pernah mengharapkan itu. Karena rezeki dari Allah itu sangat luas. Telah terbukti walau orang tua saya hanya petani 10 semester ini saya bisa membayar SPP dan biaya hidup saya di Banda ini tanpa harus mengemis. Membuktikan bahwa rezeki dari Allah itu bukanlah ukuran Matematika. Tapi apakah hanya karena TOEFL ini harus menghambat saya menyelesaikan Study Sarjana Strata Satu saya??? Tidak juga saya tetap berusaha. Semua karena Allah, memang sulit tapi harus dijalani karena kalau mudah semua juga bisa. Saya berharap jangan lagi ada kesulitan, hanya untuk mendapat selembar kertas dan title baru itu.

Yang menjadikan saya tidak bisa terima dengan kebijakan itu kenapa yang satu angkatan, yang sama-sama nilai rupiahnya harus dikeluarkan untuk bayar SPP. Mereka boleh adanya rekom dan toleransi kenapa yang sekarang tidak? Kebijakan itu seharusnya jangan labil dan tiba-tiba. Seharusnya kebijakan seperti itu diterapkan untuk generasi selanjutnya. Agar mereka mempunyai persiapan yang matang. Jangan suatu kebijakan itu menjadi penghambat dan menyulitkan mahasiswa yang sudah diujung tanduk ini. Why??? Why??? And Why??? Selalu mengorbankan orang lain demi kebijakan-kebijakan. Kampus adalah sebuah miniatur kenegaraan, kita bukan hanya butuh orang pintar tetapi kita juga butuh orang pitar yang benar. Kita bukan hanya butuh orang jujur tetapi kita butuh orang jujur yang benar. Segala kebenaran sudah ada ketetapannya bukan kebenaran menurut nafsu masing-masing pribadi. Akan tetapi kebenaran itu harus bersumber dari kebenaran yang hakiki yakni Al-qur’an dan Hadits. Pantaskah menyulitkan urusan orang lain demi kepentingan sendiri. Ingat pengadilan Allah lebih tepat dan pasti.


Sekian dan Terimakasih bagi yang telah brsedia membaca, ini hanya sebuah ungkapan hati pribadi yang lemah ini. Tidak bermaksud untuk menjelekan yang lain atau ingin dipandang lemah. Semoga saja dari tulisan ini tidak menjadi fitnah. Wassalam...

Baca Selengkapnya...

CATATAN SILAM

Posted by Unknown Sunday, July 28, 2013 0 comments


Ini cerita ku, apa cerita mu?

Nama saya suherman sinaga, kalau di kampus di panggil Naga, kalau di kost di panggil herman kalau di twitter di panggil Rehanno banyak ya panggilan saya hehhehe. lahir di tempat tidur tepat tanggal 02 juli 1991 saya ulangi 02 juli 1991 cukup! Peranakan campuran ayah batak dan ibu saya jawa. Ya jadilah saya yang SERU YA!!! J saya punya motto hidup “tersenyumlah dalam setiap langkah, sebelum senyum itu dikenkan tarif” itu motto ecek2nya tapi motto yang sesungguhnya “cup cup ajinamotto” hehhehe J  saya kuliah di USK tepatnya di FISIP jurusan SOSIOLOGI yang insya Allah jika selesai nama saya akan banyak S-nya lho yaitu Suherman Sinaga S.Sos jadi siapa saja yang dekat saya pasti akan sejuk hatinya. Ikut baksos karena gak sengaja aja saya melihat sepanduk yang begitu besar tertulis bahwa akan diadakan Baksos di daerah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, pas banget donk!!! Itu kan daerah asal saya semua, Aceh Timur adalah daerah kelahiran. Sementara itu, Aceh Tamiang tempat saya menuntut ilmu hitam ehh salah menuntut ilmu di jenjang pendidikan SMA maksudnya J hanya itu sekilas tentang saya... mau tau lebih lanjut hubungi dokter!

Titik satu!!! Lokop.. Lokop... Lokop.... huhhhh....

Apa ya??? Kalau ingat kata lokop sudah kehabisan kata2 deh untuk ngungkapinya.. tapi yang pasti kata pertama yaitu SERU YA!!! Rame,,, ceria,,, heboh,,, lebay,,, yang pasti untuk lokop saya benar2 menjadi orang lain. Di sana saya harus menghibur diri saya sendiri dengan lelucon yang terkadang saya sendiri males dengernya... tapi setelah itu saya harus mempertahankan jati diri itu saat saya bersama dengan teman2 titik satu lokop.. lokop... lokop... huhhhh... jujur saya adalah orang yang paling males banyak ngomong di depan orang lain.. karena biasanya kalau gak saya yang tersinggung orang lain yang akan tersinggung... tapi untuk lokop saya gak tau,, saya enjoy aja dengan lawakan yang saya ucapkan.. special for bg Ahmad Dekar sorry ya banyak ngeledeki abang,, bang coki juga maaf ya atas kekhilafan saya melihat sesuatu di atas kepala mu J dan semua relawan yang sama2 berjuang untuk masyarakat lokop yakinlah kita akan menjadi yang terbaik... J “BE THE BEST FOR OUR LIFE” OK!!! Jangan terharu gitu donk bacanya...
Seru ya!!! Iya donk apalagi ada saya suherman sinaga,, kalau jumpa sama saya jangan sombong ya..  hai herman lagi apa??? Beli sayur ya?? Yang pasti banyak cerita yang telah terukir dalam hati dan tertulis dalam benak ku untuk lokop.. para relawan yang super duper hebohnya... anak2 yang luarbiasa ributnya.. ohh,, sungai yang mengalir deras menghanyutkan keegoisan... air panas yang melunturkan kesombongan ku... juga tingginya gunung yang menyadarkan ku akan kebersamaan, hidup saling bahu membahu.. dan air terjun yang menyejukkan jiwa yang tak tenang... gemuruh air terjun menjadi nada2 indah setian pendengaran dan teriakan2 angin menjadi alunan tak berdawai,,, hmmmm lokop.. SERU YA!!!!
Tujuh hari bukanlah waktu yang lama untuk kita saling mengenal,, tapi butuh waktu tujuh abad untuk bisa melupakan setiap tawa, cela, canda dan bahkan terkadang air mata... ada gak ya yang nangis???? Ohh,,, ada,,, mama pulangggg,,,, mau pulang kak!!! Hehhehe,,, ini cerita ku, apa cerita mu??


Infrastruktur yang multitalent!

Siapa ya???? Kasih tau gak ya.. orang nya siapa???? Yayayyayaya.... tebakan anda semua salah yang multi talenta itu saya hahahaha #kemudian hening J ehmmmm,, ehmmmm cek,,, cek,,,, 1,,, 3,,,, di coba... dari semua divisi itu saya ada lho gak percaya ??? itu ada kok dokumentasinya di komputer pema. ne petunjuknya... sambungkan semua kabel komputer ke listrik... hidupkan komputer, buka data D,, pilih folder DPH (klik) lalu buka folder relawan garuda lokop. Kemudian chek semua foto2 yang ada, siapa yang yang paling eksis... J saya donk,, hahhaha SERU YA..!!! Titik satu! Lokop..Lokop... lokop... huhhh

Seuntai kata

Salam hangat ku untuk semua sahabat relawan GARUDA II titik satu J kalian menjadi insfirasi baru ku J ... tak pernah terbayang sebelumnya bertemu dengan  kalian semua yang sangat luar biasa.
Untuk.....
Pak kortik,,, Bg Abdullah Azmi, terimaksih banyak telah membimbing kami semua selama berada di lokop...
Oh,,, bang Budi Kordiv Insfrasturuktur, walau tong sampah kayak produk gak jadi tapi tetap seru ya bang,,, inovasi baru tu apa yang kita buat... hheheh kita???? Kayaknya abang aja yaa!!! Oya saya masih kepikiran dengan rak buku untuk divisi pendidikan bang kayaknya mau roboh tu,,, J
Hmmm,,,, ustadz syamsudi, mahmudi deng!!! Makasih ustadz your the best.. seru sama ustadz tau menempatkan mana yang bathil dan yang haq ... hmmm ngomong apa sih J
Ohhh,,,, so...!!!! sweet.... bg dekar..... seru ya!!! Kalau udah ada bg dekar.. serasa gimana gitu Jjgn pernah berubah ya,, tetap menjadi bg dekar yang murah senyum,,, J
Lala yeye lala yeye... hai bg cokiiiiiiiiiiiii..... #kemudian hening. Saya buka salon lo mau di creambath??? Atau di tumis aja tu rambut kayak brokoli sih J hehehehh peace!!!!!!!!!!!!!!!!
Atu lagi ne,,, hai bg nasir,,,,,, jawaban “kok bg nasir??? Basirrrr!!!!!” tapi saya gak suka ama basir suka nya ama nasir J hahhaha just kid ya jangan pernah masuki dalam hati, masuki aja dalam perut terus buang lewat>>>>> lewat mana ya kasih tau gak ya???? Gak usah aja ya,,,
Untuk semua ,,  hai,, bg resi, ramadhan, tanjil, zama, rona, husni, ali, bang meggi A dan meggi B meggi Z udah meninggal ya,,, kita tetap seru ya... kalau jumpa sama saya jangan sombong ya,,, hai herman lagi apa??? Beli sayur ya??? Hhahah,,,,
Wow... wow... wow... ada yang ketinggalan ne,,, jamaah oh,,, jamaah,,, alhamdulillah,,, bg said maulana ... seru ya... tarian garuda regenya,,, semoga bisa go green ya... ehhhh go internasinal maksudnya J
Ahaaa,,,, dari ibu2nya ada juga lho... hai kak irian>>>>>>>> hai kak saura>>> seru ya,,, kalau jumpa saya jangan sombong ya,, hai herman lagi apa?? Beli kosmetik ya???
Untuk semua keluarga besar relawan Garuda II titik satu Lokop.. Lokop... Lokop.... huhhhh... saya mohon maaf jika selama kegiatan ada melakun salah, baik yang di sengaja dan tidak di sengaja ya,,, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah dan segala kekurangan itu datangnya dari saya walau kita manusia adalah makhluk paling sempurna namun kita itu insan yang tempatnya salah dan dosa.. terimakasih kepada semua pihak saya suherman sinaga mengucapkan ,,, wassalamu’alaikum wr.wb... dada.... dada.... dada,,,... SERU YA!!!!!!!!
Saya pesembahkan sebuah puisi untuk kita semua,,, walau tak sebagus chairil anwar tapi cukuplah untuk nakut2i tikus ayo siapa yang di kost nya banyak tikus??? Bacakan puisi saya ini,,, pasti akan lari semua,,, tikus... kecoa,,, kutu,,, nyamuk,,, bahkan ibu kost yang cerewet semua kaburrrrrrrr.... denger puisi ku!! J

Puisi

Awan menari di dinding langit,
Angin melantunkan nada tak berdawai..
Burung kabar sebuah cerita..
Cerita tentang kita, kita yang selalu ada dalam mihrab-Nya

Belenggu waktu menyiksa, jarum jam menusuk jiwa...
Kesakitanku hilang saat kau ada, kesusahanku hancur karena senyummu
kau... kau bagai fatamorgana,,, serasa ada namun tak ada...
Tapi cinta kasihmu itu nyata...

Pelangi tersenyum indah... hujan tak lagi ada...
Mentari terus kisahkan sinarnya,
rembulan dan bintang terus berdampingan,,,
Dan.. malam akan tutup semua cerita,
hingga pagi kabarkan kisah yang baru

karena kita saling menyayangi karena Allah... maka sempurnalah cinta dan kasih kita untuk selamanya.. sahabat ku.. jadilah yang terbaik untuk dunia dan akhirat mu!!
@kamar tidur, juli 2012


Baca Selengkapnya...

INI CERITA KU

Posted by Unknown Sunday, July 21, 2013 4 comments


INI CERITA KU MANA CERITA MU???

Gempa yang menguncang Kabupaten Aceh Tengah pada 2 juli 2013 dengan kekuatan 6.2 SR menggoreskan luka bagi warga yang ada di Takengon dan Bener Meriah. Banyak rumah-rumah dan bangunan Masjid yang rusak, tak sedikit korban yang ditelannya. Kondisi itulah yang banyak menggerakkan hati manusia untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan. Banyak organisasi dan kelompok-kelompok tertentu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat amal dengan mengutip sumbangan di jalan untuk membantu meringankan korban gempa.
Dan kondisi seperti ini juga sangat baik di manfaatkan oleh para petinggi negeri ini untuk menarik simpati warganya baik secara individu ataupun golongan partainya berbondong-bondong mereka menyalurkan bantuan baik berupa sembako, mie instan serta uang agar dapat dikatakan mereka itu juga peduli. Walau bagi saya itu hanya sekedar dramaturgi dunia perpolitikan untuk kemudian merauk untung juga. Upss tapi tulisan kali ini bukan untuk membahas soal itu karena saya juga tidak punya data empiris untuk itu, hal seperti itu hanya pikiran negatif saya saja. Tulisan kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya bersama teman-teman di bawah naungan Qur’an Institute besutan Ustad Fauzy.
Tentunya gempa yang lumayan kuat itu terus menarik simpati dari semua kalangan baik itu, mau di jadikan ajang politik ataupun memang yang benar-benar tulus dari hati, bagi saya bukan masalah yang terpenting bantuan itu dapat meringankan korban gempa di sana.
Begitupun saya pastinya, rasa yang sangat berat untuk dapat melihat langsung kondisi korban gempa di sana mendorong saya. Tetapi apalah daya saya sudah mengajak salah satu organisasi tempat saya bernaung namun tak ada tanggapan dari pimpinannya, akhirnya kekecewaan yang saya dapat. Hingga FACEBOOK menjadi pelampiasan curahan hati yang sedang galau. Sayapun menulis ungkapan hati saya bahwa saya sangat ingin melihat langsung korban gempa di Takengon. Alhasil selang dua menit kemudian masukalah pesan di HP saya, ajakan untuk pergi ke Takengon, ya bang Basyir Mahasiswa dari IAIN dialah orang pertama yang mengajak saya untuk ikut dalam kegiatan sosial yang direncanakan bersama teman-temannya dalam sebuah himpunan kemahasiswaan mereka.
Pucuk dicinta ulan pun tiba itulah kondisi saya saat itu betapa senang hati saya. Selang berapa jam kemudian saya melihat pesan FACEBOOK yang ternyata itu dari Ustadz Fauzy Kepala Asrama Dayah Dirastul Ulya yang selama ini menjadi pembimbing kami di Dayah juga mengajak saya untuk pergi ke Takengon melakukan aksi sosial plus aksi keagamaan. Wah ini menurut saya lebih menarik karena saya pikir ini bukan hanya kegiatan yang berorientasi pada keduniaan saja tetapi juga hal spiritual. Saya berpikir ini akan menjadi perjalan yang berbeda dari yang lainnya. Dan saya membatalkan untuk pergi bersama bang Basyir dan teman-temannya walau dengan berat hati. Karena mereka adalah teman baik saya tapi saya bersyukur mereka paham dengan alasan yang saya berikan.
Kamipun tidak menyia-nyiakan waktu dalam waktu tiga hari saya dan ustadz Fauzy di bawah nauangan Qur’an Institute besutannya beserta teman-teman Dayah lainnya yang masih tinggal di Dayah yakni Andre, Suheil, Fiman, Azwar (Senior dan Junior), Ali. bergegas ke jalanan untuk mengutip sumbangan mengaharap kedermawanan para pengendara motor dan mobil mewah yang melintas untuk korban gempa. Dan sungguh luar biasa antusias warga Banda Aceh dan sekitarnya, ternyata mereka sangat dermawan. Sumbangan yang kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari orang-orang yang melintas akhirnya mencapai target untuk membantu saudara yang sedang tertimpa musiabh di Takengon sana. 

TIGA HARI BERTEMAN TERIK MENTARI DAN RINAI HUJAN DI LAMPU MERAH 
Setelah menyusun rencana keberangkatan dan apa saja yang akan kami buat untuk korban gempa, kamipun turun kejalan untuk mengutip sumbungan selama tiga hari. Hari pertamapun saya berdua dengan teman saya Andre mengutip sumbangan di Simpang Lima. Sialnya baru saja 15 menit berdiri meminta sumbangan kamipun diguyur hujan. Alhasil kami pun harus bergegas pulang. Saat itu saya sedikit pesimis. Terlintas dalam hati saya apakah langkah kami ini tidak di ridhoi Allah. Sayapun tidak patah semangat karena memang keingin saya untuk dapat melihat kondidisi di Takengon sana sangat kuat. Saya yakin Allah hanya menguji saya apakah saya tetap bertekad untuk semangat membantu korban gempa di sana.
Hari kedua kamipun bergerak kelampu merah lagi, dengan harapan hari ini lebih baik karena timingnya bertepatan dengan hari meugang. Kami berpikir pasti ini banyak ibu-ibu yang pulang belanja dan uang sisa dari membeli daging serta sayuran pasti akan disumbangkan pada kami. Ternyata tebakan kami itu tidak tepat, banyak ibu-ibu yang tidak begitu peduli tapi malah di luar dugaan orang-prang kaya berhati mulia terus memberikan sumbangan kepada kami alhasil kamipun mengumpulkan lumayan banyak bantuan yang kami dapat. Dari pukul 10:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB kami berdiri di lampu merah dan istirat kemudian kami sambung lagi ba’da Ashar sampai pukul 18:00 WIB. Alhamdulillah Allah telah memberikan rezeki melalui tangan-tangan mulia para dermawan yang melintas, melihat hasil di hari kedua semnagat kami semakin meningkat untuk terus mengutip sumbangan agar dapat membantu meringankan korban gempa.
Begitupun hari ketiga, ini adalah puasa pertama pastilah kondisinya sangat berbeda panas yang menyegat kulit tak lagi terasa karena memang niat di hati iklas lillahi ta’ala ingin membantu korban gempa. Sehingga rasa panas itu tak lagi terasa menyegat kulit. Selama tiga hari kami mengitup sumbangan akhirnya dana yang terkumpul lumayan besar. Akhirnyapun harapan saya untuk melaju ke Takengon akan segera terwujud. Walau kulit sudah berubah warna tetapi bagi saya itu bukan masalah. Kami pun bersiap untuk berangkat ke Takengon dengan harapan dapat meringankan beban korban gempa.

TIGA HARI BERTEMAN TERIK MENTARI DAN RINAI HUJAN DI LAMPU MERAH 
Setelah menyusun rencana keberangkatan dan apa saja yang akan kami buat untuk korban gempa, kamipun turun kejalan untuk mengutip sumbungan selama tiga hari. Hari pertamapun saya berdua dengan teman saya Andre mengutip sumbangan di Simpang Lima. Sialnya baru saja 15 menit berdiri meminta sumbangan kamipun diguyur hujan. Alhasil kami pun harus bergegas pulang. Saat itu saya sedikit pesimis. Terlintas dalam hati saya apakah langkah kami ini tidak di ridhoi Allah. Sayapun tidak patah semangat karena memang keingin saya untuk dapat melihat kondidisi di Takengon sana sangat kuat. Saya yakin Allah hanya menguji saya apakah saya tetap bertekad untuk semangat membantu korban gempa di sana.
Hari kedua kamipun bergerak kelampu merah lagi, dengan harapan hari ini lebih baik karena timingnya bertepatan dengan hari meugang. Kami berpikir pasti ini banyak ibu-ibu yang pulang belanja dan uang sisa dari membeli daging serta sayuran pasti akan disumbangkan pada kami. Ternyata tebakan kami itu tidak tepat, banyak ibu-ibu yang tidak begitu peduli tapi malah di luar dugaan orang-prang kaya berhati mulia terus memberikan sumbangan kepada kami alhasil kamipun mengumpulkan lumayan banyak bantuan yang kami dapat. Dari pukul 10:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB kami berdiri di lampu merah dan istirat kemudian kami sambung lagi ba’da Ashar sampai pukul 18:00 WIB. Alhamdulillah Allah telah memberikan rezeki melalui tangan-tangan mulia para dermawan yang melintas, melihat hasil di hari kedua semnagat kami semakin meningkat untuk terus mengutip sumbangan agar dapat membantu meringankan korban gempa.
Begitupun hari ketiga, ini adalah puasa pertama pastilah kondisinya sangat berbeda panas yang menyegat kulit tak lagi terasa karena memang niat di hati iklas lillahi ta’ala ingin membantu korban gempa. Sehingga rasa panas itu tak lagi terasa menyegat kulit. Selama tiga hari kami mengitup sumbangan akhirnya dana yang terkumpul lumayan besar. Akhirnyapun harapan saya untuk melaju ke Takengon akan segera terwujud. Walau kulit sudah berubah warna tetapi bagi saya itu bukan masalah. Kami pun bersiap untuk berangkat ke Takengon dengan harapan dapat meringankan beban korban gempa.

KEADAAN SELAMA DI TAKENGON
Takengon adalah kota yang sangat dingin, itulah yang pertama kali saya rasakan begitu menginjakan kaki di sana. Walaupun begitu kami sangat menikmati kondisi itu. Karena kami disambut oleh keluarga kecil yang sangat hangat. Hari pertama di sana kamipun langsung survey lokasi bencana di temani seorang sopir yang selalu setia menemani kami di sana, ya sebut saja namanya pak Andi orangnya sangat baik. Allah telah merencanakan semua ini, ternyata kami di sana di pertemukan dengan orang-orang pilihan-Nya. Pemilik rumah yang sangat bersahaja, pemilik mobil yang tak mau dibayar serta pak Andi pastinya yang selalu setia mengantarkan kami keliling kota Takengon serta lokasi-lokasi terparah yang terkena gempa sekalipun. Saya sangat bersyukur pada Allah semakin kuat pendirian saya bahwa jika kita berbuat baik maka Allah akan lebih berbuat baik lagi pada hamba-Nya. So,,,, jangan pernah lelah untuk menebarkan kebaikan walupun itu hanya dengan sebuah senyuman.
Sambil menyelam minum air itulah yang tepat untuk mengambarkan keberadaan kami di sana, setelah menyelesaikan misi utama untuk menyalurkan bantuan. Kamipun menikmati indahnya karunia Allah, bentangan Danau Lut Tawar yang sangat eksotis dipandang mata. sejenak kami rehat untuk menikmati keindahan itu, dan hingga waktu jualah yang harus menghentikannya. Kamipun telah selesai menyalurkan bantuan serta kami telah puas menikmati keindahan alam dan keliling kota, sekrang saatnya kami harus kembali.
Banyak pelajaran yang saya dapat dari perjalanan ini, saya jadi sadar bahwa selama ini saya terlalu egois, menangis, meronta pada Allah dari masalah-masalah yang terjadi dalam hidup yang terkadang buat galau. Dan setelah melihat penderitaan korban gempa di sana kondisi rumah yang luluh lantah saya sadar betul masalah yang terjadi dalam diri pribadi ternyata bukanlah apa-apa. Dan satu hal yang saya dapat lagi yaitu rasa syukur yang selama ini mungkin hilang dari saya, padahal begitu banyak karunia Allah yang telah diberikan untuk saya. Rasa syukur itu sangatlah penting, karena dengan bersyukur kesusahan akan menjadi ringan. Dengan rasa syukur pula kebahagian itu akan bertambah.
RASA SYUKUR KU….
Yang pasti saya selalu bersyukur kehadirat Allah yang telah memberkan segala karunia-Nya kepada ku, serta takdir ku sebagai manusia. Dan Ia juga telah mengutus seorang manusia berhati malaikat Rasulullah SAWyang telah membawa peradaban besar dalam dunia Islam yang terus mengalami perkembangan. Rasa syukur ku tak akan berhenti dan Tak akan berhenti seluruh jiwa dan raga ini terus memujinya…
Serta Ibuku yang terus memberikan ridhonya karena ridhonyalah ridho Allah mengiringiku, dialah wanita terindah yang telah diciptakan Allah untuk menjagaku. Tak berlebihan bila ku katakan tangisnya adalah motivasiku, senyumnya adalah semangatku dan kata-katanya adalah petunjuk bagi ku untuk menghadapi dunia yang fana ini..
UCAPAN TERIMAKASIH KU…
        Terutama kepada Ustadz Fauzy yang telah mengajak saya untuk ikut ke Takengon sehingga saya dapat melihat langsung penderitaan korban gempa di sana. Dari Allah melalui ustadz Fauzy saya dapat menginjakan kaki di tanah gayo nan dingin itu. Terimakasih ustad semoga kita dapat terus bekerja sama sampai benar-benar Allah yang berkehendak untuk memisahkannya.
Kemudian kepada Pak Hasbi dan Keluarga Kecilnya yang sangat bersahaja yang telah memberikan tempat penginapan yang sangat nyaman, hmmm saya akan merindukan masakan pak hasbi yang begitu nikmat mengisi di waktu sahur dan berbuka. dan Pemilik Mobil yang telah meminjamkan mobilnya untuk kami dapat berkeliling melihat kondisi di sana, maaf pak mobilnya kami kembalikan dalam keadaan kotor tidak sempat untuk men-doorsmeernya. Serta Pak Andi sopir yang sangat sabar mengantarkan kami berkeliling di sana, maaf pak jika kami selalu membuat keributan di dalam mobil. Maklum kondisi orang-orang yang lapar dan kepanasan jadi ngobrolnya sedikit ngelantur.
Serta tidak lupa kepada Seluruh Dermwan yang telah memberikan sumbangannya dengan iklas. Bapak, ibu, om, tante, kakak , abang dan adik semoga Allah membalas kebaikan kalian semua setimpal dengan apa yang telah kalian lakukan. 

 

CATATAN UNTUK TEMAN-TEMAN YANG TERLIBAT…

Untuk teman-teman ku yang juga ikut dalam proses penyaluran bantuan untuk korban gempa. Dari mulai mengutip sumbangan sampai ke lokasi gempa. saya sangat senang kalian telah di gerakan hatinya oleh Allah untuk dapat kita bersama-sama melakukan aksi solidaritas kita ini.
Firman dan Andre serta Agus juga Rino (yang malu-malu) walaupun kalian tidak ikut bersama kami ke Takengon menyalurkan langsung bantuan kepada korban gempa. tetapi kalian sudah melakukan yang terbaik semoga Allah membalas yang setimpal atas perbuatan kalian. Dan mudah-mudahan kita terus menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.
Azwar Seniordan Azwar Juniorserta Ali Ibrahimperjalanan kita sangat luar biasa bukan? Ya,,,, mengapa tidak, selain misi utama telah selesai kita dapat menikmati indahnya alam di Takengon serta dinginnya suhu di sana menjadikan kita nyaman di sana.
Terkhusus buat Suheil Rinandabapak yang satu ini selalu buat kesal dari mulai ngutip sumbangan, di perjalanan menuju Takengon, selama di Takengon sampai pulang selalu ada saja ulah yang di buatnya. Sampai-sampai sarung kesayangan saya hadiah lebaran tahun lalu dari abang saya ditinggal di rumah pak Hasbi tapi saya telah mengiklaskannya. Keusilnannya membuat saya gerah sehingga kami selalu bertengkar baik di rumah, dalam mobil dan di setiap keadaan. Seperti tom and jerry tapi tidak sampai banting-banting kulkas.
Itulah cerita saya dalam perjalanan membantu korban gempa tanpa potensi tsunami semoga bermanfaat dan semoga dapat mengisi kekosongan anda yang membaca walau tulisan tanpa arti, kata-kata tak bermakna tetapi saya berharap tulisan cerita ini ada beberapa point yang dapat menggugah hati. Demikianlah lebih dan kurang saya mohon maaf dan tak lupa saya selalu menerima kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan tulisan-tulisan saya kedepan yang lebih berkualitas.

WASSALAM….!!!!
 

Baca Selengkapnya...