Muhammad Suherman Shah, S.Sos

Kenapa Harus Kuttab?

Posted by Unknown Saturday, February 11, 2017 0 comments
        
Kenapa Harus Kuttab?
By : Muhammad Suherman Shah
    Ayah dan Bunda bersyukurlah atas kehadiran Kuttab Al Fatih di tengah-tengah zaman yang semakin dipenuhi dengan fitnah-fitnah ini. Kuttab hadir sebagai titik terang kebangkitan dunia pendidikan islam yang dahulu pernah Berjaya. Kuttab adalah sistem pendidikan ala Rasulullah yang telah lama terkubur dalam sejarah. Kini Kuttab Al Fatih hadir sebagai penyejuk di tengah gersangnya keimanan dan akan terus meluas sebagai oase di bawah teriknya pedangkalan-pendangkalan akidah dalam dunia pendidik.
            Miris memang jika kita melihat kondisi sosial saat ini bagaimana dunia pendidikan formal yang selama ini kita harapkan dapat menekan angka kebatilan, nyatanya tidak mampu membenung masalah sosial yang terus timbul. Sangat  banyak kita menyasaksikan betapa anak-anak yang sudah tidak lagi punya rasa hormat dengan guru dan orang tua. Tingkah laku mereka yang tidak lagi menunjukan selayaknya orang yang berpendidikan. Di media elektronik, cetak, maupun yang langsung kita saksikan di lingkungan kita begitu banyak penyimpangan yang dilakukan oleh anak-anak yang seharusnya mereka adalah harapan para orang tua sebagai penerus generasi yang baik.
            Mereka terlalu disibukkan dengan kegiatan yang bersifat ilmiah, logika, dan keduniaan saja. Sehingga mereka lupa caranya untuk beradab, menjaga sopan santun , dan berperilaku sesuai nilai-nilai agama yang dianutnya. Tentu kita tidak bisa menyalahkan mereka seratus persen. Sistem lah yang membentuk mereka menjadi demikian. Perhatikan berapa waktu yang disediakan sekolah kepada peserta didiknya dalam mengenal agamanya sangat tidakrelevan dan sangat j auh dari kata cukup sebagai nutrisi jiwa. Selain sistem yang memang sangat jauh dari kata islami, pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh dalam mewujudkan generasi yang diharapkan tumbuh dengan baik dan gemilang di usia dini. Kesalahan dalam mengasuh anak-anak menjadi faktor utama terjadinya penyimpangan.      
            Dengan demikian, sudah menjadi pilihan yang sangat tepat dan bijak bagi orang tua yang telah mengantarkan anak-anaknya kepada pendidikan islam yang telah lama terkubur yakni Kuttab. Di mana kuriklum yang terdapat di dalamnya hanyalah terfokus pada Al-qur’an dan Iman saja. Anak-anak diajarkan adab sebelum ilmu. Sehingga mereka berkembang dalam pengajaran yang beradab tanpa interpensi pelajaran-pelajaran yang memberatkan mentalitas serta ketidakmampuan mereka berpikir di luar batas kapasitasnya. 
            Tidak ada alasan untuk tidak memilih sistem pendidikan yang ada di Kuttab. Singkronisasi yang terdapat di dalamnya tercipta begitu apik. Sinergi antara lembaga, tenaga pendidik, orang tua, keluarga dan seluruh masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai jembatan terciptanya generasi yang benar-benar gemilang di usia dini dan tumbuh dewasa menjadi orang yang bermanfaat  bagi agamanya. Mempunyai anak yang shaleh dan shalehah, berilmu beriman, serta berdab adalah dambaan semua orang tua tanpa terkecuali. Inilah alasannya mengapa harus Kuttab yang menjadi pilihan terakhir sebagai wadah menempah anak-anak dengan karakter yang kelak akan menjadi kebanggaan di dunia dan penolong di akhirat. Wallahu ta’ala ‘alam.                       

                  

Baca Selengkapnya...

Inspirasi Secangkir Kopi

Posted by Unknown Tuesday, March 22, 2016 0 comments



Secangkir KOPI menjadi INSPIRASI, bukan sekedar BASA-BASI dan bahan untuk mencari SENSASI akan tetapi ini menjadi ajang SILATURAHMI untuk memperkuat ukuwah ISLAMI memperkokoh JATI DIRI dan menyatukan HATI NURANI.

            Bukan lagi menjadi rahasia umum merebaknya warung kopi (warkop) di kota Banda Aceh mendapat perhatian khusus dari banyak kalangan. Ibu kota provinsi ini bahkan mendapat julukan dengan kota seribu warung kopi. Mengapa tidak, pesatnya pertumbuhan warung kopi di setiap sudut kota menjadi ciri khas tersendiri bagi kota yang terus berkembangan pesat ini. Budaya yang mengakar dan telah menjadi stereotipe yang melekat pada masyarakat sebagai pecandu kopi ini memang telah menjadi label tersendiri bagi ibu kota provinsi Aceh ini. Secara umum memang masyarakat Aceh terkenal suka nongkrong di warung kopi. Akan tetapi, perkembangan yang cukup pesat warung-warung kopi di Banda Aceh menjadi daya tarik tersendiri bagi warganya. Tua, muda, pria, dan wanita semua warga Aceh suka kopi begitulah gambaran umum yang terlintas jika melihat orang-orang Aceh yang sedang berkumpul di warung kopi.

            Seiring dengan perkembangan zaman yang terus mengarah pada era modernitas, warung kopi tidak lagi sesederhana dahulu yang hanya dijadikan tempat untuk sekedar minum kopi dan menikmati kue serta membaca surat kabar di pagi hari yang khusus hanyabagi orang-orang tua saja. Kini warung kopi telah tersulap dan menjelma menjadi sebuah tempat wajib bagi banyak kalangan mulai mahasiswa ataupun kaum muda dari pagi hingga larut malam, pegawai negeri sipil sampai pada pejabatpun terlihat kongkow-kongkow di warung kopi. Dengan berbagai macam keperluan pastinya. Mulai dari mencari bahan kuliah, sekedar kumpul-kumpul teman, nonton bareng pertandingan sepak bola,ajang silaturahmi, berdiskusi, bahkan kegiatan dakwahpun sudah mulai merambah warung kopi,dan yang paling utama adalah menikmati hotspot gratis untuk dapat berselancar di dunia maya.

            Tak pelak akibat dari  alih fungsi warung kopi tersebut banyak mendapatkan perhatian mulai masyarakat awam sampai pada pemerintah kota. Begitu banyak opini atau bisa dibilang kabar burung yang menyelenting timbul kepermukaan menghasilkan komentar-komentar kritis dari yang positif sampai pada yang negatif. Dan pastinya komentar-komentar itu muncul sesuai dengan kondisi sang komentator. Namun semua komentar itu harus disikapi dengan bijak agar setiap komentar negatif yang muncul kepermukaan khalayak tidak menimbulkan kebencian yang ujung-ujungnya membuat sebagian orang sakit hati atau merasa terdeskriminasi. 

            Merebaknya warung kopi dengan segala keunikan dan embel-embel yang melekat padanya dapat dijadikan keunikan tersedniri yang harus dijadikan sebuah kearifan lokal bagi kota Banda Aceh untuk dapat menarik perhatian dunia dari segi pariwisata kuliner. Karena sajian yang diberikan setiap warung kopi memang mempunyai keunikan tersendiri dalam penyajiannya dan kekhasan rasa kopi yang ada di Aceh sangat berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia bahkan di seluruh belahan dunia. Dengan keunikan tersebut pastilah akan mampu menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisata lokal maupun asing untuk berkunjung ke Aceh. Setiap orang yang berada jauh dari Aceh pasti akan menjadi penasaran dengan keunikan sajian dan rasa yang dimiliki warung kopi yang ada di Aceh. Dengan demikian hal tersebut akan mampu menarik para wisatawan untuk sesegera mungkin berkunjung ke Aceh untuk merasakan kenikmatan sajian kopi yang pastinya akan menjadi inspirasi di setiap tegukannya yang akan menjadi cerita tersendiri bagi penikmatnya.

            Maka sudah dapat dipikirkan oleh para pengusaha warung kopi yang akan dan sedang membuka usaha warung kopi. Mereka harus lebih pintar dan jeli dalam memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai budaya. Bukan hanya sekedar mencari keuntungan materi semata dari sajian-sajian yang disuguhkan. Akan tetapi, lebih dari sekedar mencari keuntung materi dengan usaha yang dilakoni, warung kopi dapat dijadikan sebuah nilai budaya yang bernilai tinggi di mata dunia terlebih lagi dapat menghadirkan konsep islami disetiap kemasan dan kiasan yang ditawarkan kepada setiap pelanggan yang hadir agar tidak lari dari kodrat kedaerahan Aceh yang menganut sistem Syari’at Islam. Sudah tentu pasti semua kegiatan yang ada pada masyarakat Aceh harus bersesuaian dengan ajaran-ajaran dan peraturan-peraturan islam. Dengan demikian tidak akan terjadi pelencengan yang menyebabkan pergesaran nilai yang telah menjadi jati diri daerah Aceh. Maka dengan mengusung konsep nilai budaya keislaman para pengusaha warung kopi telah membantu dalam melancarkannya syari’at islam terus berkembang di Aceh.          

Baca Selengkapnya...

Goresan Tinta Renungan Singkat

Posted by Unknown 0 comments

 Goresan tinta

Sebagai manusia, sejatinya adalah makhluk yang sempurna. Tercipta dengan segala keindahan yang ada dan sinkronisasi antara hati dan otak yang saling bergantung. Sehingga, perasaan dan pikiran berperan aktif dan sangat penting dalam penentuan perilaku yang diharapkan dari apa yang telah mejadi ketentuan seharusnya. 

Allah dengan segala keagungan-Nya dan ke maha besaran-Nya, mempunyai hak penuh atas kehidupan manusia yang telah Dia ciptakan. Maka sudah sepantasnya sebagai manusia yang telah tercipta dari material yang hina dan tumbuh menjadi sel-sel yang luar biasa hingga akhirnya tumbuh menjadi jiwa yang penuh dengan segala kemampuannya. Serta fasilitas kehidupan yang telah dikaruniakan sebagai penopang kehidupan sangatlah pantas untuk selalu disyukuri,

Bukan sedetik, dua detik, ataupun sehari, dua hari. Kehidupan ini terjadi pada pribadi, maka dalam waktu yang tidak singkat itu. Setidaknya, sudah dapat menjadi renungan dan pelajaran untuk dapat mentadaburi firman-firman Allah dalam setiap baitnya yang tertulis indah di sebuah kitab suci Al-Qur’an. Atas renungan tersebut maka sebagai manusia yang telah tercipta dengan buddi dan daya harus mampu membedakan mana yang haq dan yang bathil. Dengan demikian, tidak akan ada lagi pelanggaran nilai dan norma yang telah menjadi ketetapan hidup manusia dari sang penciptanya.

Sangat jelas hukum Allah, telah disempurnakan agama Allah. Kehidupan ini telah terlepas dari belenggu kejahilan yang telah lama mendera kehidupan manusia yang terkungkung dalam kenistaan. Allah yang maha kasih tidak akan membiarkan hamba-Nya tersesat dalam kegelapan. Dia mengirimkan cahaya melalui utusan yang mulia. Nabi terakhir yang berakhlak mulia sebagai penyampai pesan ketuhanan yang sebenarnya. Terlahir sebagai manusia biasa dan mampu menjadi panutan ummat sepanjang masa. Semua telah jelas, tidak ada yang tertutupi atas hukum halal haramnya Allah. Hanya ada satu jalan lurus untuk menuju kebahagian yang hakiki, yakni jalan ketaqwaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah itu mutlak. Carilah yang halal, jauhi yang samar-samar, terima saja yang sesuai sunnah, tinggalkan perdebatan, hingga akhirnya dapat diperbaiki dengan kebenaran. 

Semua pastikan kembali pada Allah!
Cukuplah kematian sebagai pengingan bahwa dunia ini hanya sementara. 


Baca Selengkapnya...

Lima Kunci Sukses Kebahagiaan Hakiki

Posted by Unknown Saturday, January 9, 2016 0 comments
 Kunci sukses kebahagiaan




Untuk hidup bahagia dibutuhkan TOTALITAS dalam ibadah dengan KUALITAS yang baik dan dibutuhkan LOYALITAS serta KAPASITAS yang menjadikan REALITAS dalam kehiduapn sehari-hari untuk menuju kehidupan kampung akhirat.

Konsep kehidupan bahagia adalah hal yang paling didambakan setiap manusia. Siapa manusia yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya? Tentu tidak ada. Walaupun berbagai macam defenisi bahagia menurut masing-masing individu, ada yang mendefinisikan bahagia dengan banyaknya teman, sebagian yang lain bahagia karena banyaknya harta, ada juga yang lainnya bahagia dengan tahta, bahkan ada juga yang bahagia dengan penderitaan orang lain. Bermacam-macam kebahagian yang dirasakan manusia hanyalah sebatas kebahagiaan dunia semata. Karena sesungguhnya kebahagian yang hakiki adalah melakukan ibadah pada Allah ﷻ semata.

Dalam kesempatan kali ini saya akan merangkumkan kebahagian dari lima kata kunci yankni TOTALITAS, KUALITAS, LOYALITAS, KAPASITAS, dan REALITAS. untuk mencapai kebahagian dalam menjalankan ibadah kepada Allah ﷻ agar kebahagiaan itu benar-benar dirasakan apabila lima kata kunci tersebut dapat terpenuhi.

Totalitas, mungkin selama ini kita selalu menyaksikan betapa orang-orang kafir ataupun orang-orang muslim yang melakukan maksiat kepada Allah ﷻ akan tetapi hidup mereka tetap nyaman-nyaman saja, bahagia-bahagia saja, bahkan mereka sangat menikmati kehidupannya. Apa penyebabnya? Tentunya mereka melakukan itu dengan totalitas artinya mereka memang sangat menikmati kemaksiatan yang sedang dilakukannya. Jika orang-orang itu dapat dengan total melakukan kemaksiatan maka sudah sepatutnya kita dalam menjalankan ibadah kepada Allah ﷻ dengan total pula. Betapa nikmatnya ibada tanpa adanya keragu-raguan, tanpa ada rasa was-was syaitan. Caranya tentu saja kita harus siap dengan konsekuensi untuk meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah ﷻ untuk menjalankan ibadah yang diwajibkan dan sunnah-sunnah rasulullah ﷺ.

Kualitas, dalam ibadah bukan hanya kuantitas yang diperhatikan dalam pelaksanaannya. Akan tetapi, kualitas lebih utama dalam menjalankannya. Kualitas dalam beribadah lebih penting untuk diperhatikan karena kerugian besar bagi orang-orang yang menjalankan ibadah terjadi karena tidak memperhatikan kualitas dalam menjalankannya. Tentunya untuk mengukur kualitas dalam ibadah patokannya secara dzahir dilihat dari dua aspek penting yakni iklas karena Allah ﷻ semata dan mengikuti sunnah rasulullah ﷺ. Dengan adanya keiklasan dalam menjalankan ibadah maka ibadah itu sudah tentu pasti diterima tanpa adanya rasa ingin dipuji oleh orang lain untuk melakukan ibadah. Maka sedikit apapun ibadah yang dilakukan hanya untuk mengaharap ridho Ilahi. 

Loyalitas, kebahagian yang ingin diraih tidak akan mungkin didapat tanpa adanya layalitas dalam diri. Hal ini memang berkaitan dengan keiklasan sebagaimana di atas telah diterangkan. Loyalitas yang dimaksud di sini adalah ibadah itu secara sempurna hanya untuk Allah segala yang dilakukan hanya untuk Allah. Dapat dikatakan dalam menjalankan ibadah hanyalah dari Allah, untuk Allah, dan semuanya karena Allah. Tidak ada ibadah-ibadah yang dilakukan selain untuk Allah ﷻ karena ibadah yang dilakukan semua harus untuk Allah ﷻ. Ibadah selain ibadah kepada Allah ﷻ tentunya akan tertolak dan lebih berbahaya karena akan menjadikan orang yang melakukan ibadah bukan karena Allah ﷻ akan terjatuh pada dosa besar yakni syirik. Na’uzubillah.

Kapasitas, sebagaimana sudah dijelaskan di atas bahwa ibadah bukanlah terlihat dari kuantitasnya saja. Kapasitas dalam beribadah sangat penting karena kebanyak dari kita ibadah itu kalau lagi semangat saja atau istilahnya angin-anginan saja dalam ibadah. Ada orang yang terkadang sanggup satu hari membaca Al-Qur’an satu atau bahkan tiga puluh juz. Akan tetapi, tiga bulan ia tidak pernah membaca lagi. Ibadah yang paling baik bukanlah yang paling banyak akan tetapi yang paling sering. Walaupun hanya membaca Al-Qur’an satu lembar akan tetapi rutin setiap hari membacanya lebih baik dibandingkan contoh yang pertama. Semoga Allah ﷻ menjaga ibadah kita setiap hari.

Realitas, ibadah bukanlah angan-angan ibadah sebuah relatias yang kita realisasiakn dari sebuah perbuatan untuk menjalankan perintah Allah ﷻ. Banyak dari kita hanya berangan-angan untuk melakukan ibada akan tetapi tidak pernah merealisasikannya dalam sebuah perbuatan. Sehingga, beberapa golongan tertentu melakukan penyimpangan dalam melakukan ibadah kepada Allah ﷻ dengan berpendapat bahwa ibadah kepada Allah hanya sekedar mengingat saja. Tentulah hal tersebut merupakan pemikiran yang sangat menyimpangan dari ajaran yang telah diwahyukan dari Allah ﷻ kepada manusia terbaik rasulullah ﷺ. Semoga kebahagiaan hakiki benar-benar kita raih dalam mihrab-Nya.

Baca Selengkapnya...

Do'a Rindu Ku Kepada Rasulullah ﷺ

Posted by Unknown Monday, December 21, 2015 0 comments
 Rindu Rasulullah


Do'a kerinduan ku kepada Rasulullah ﷺ

Bait-bait kerinduan pada majelis di mana tidak adalagi kata-kata yang sia-sia, tidak akan ada lagi candaan yang tak berguna dan menyinggung perasaan yang lain. Tak akan terdengar lagi cerita dusta yang menyesatkan pandangan. Pastilah mata tak akan pernah mengantuk, pastilah saat duduk bersama dalam majelis sudah tak akan ada keinginan untuk bangkit meninggalkan majelis. 

Tak salah jika Nabi Muhammad ﷺ yang mulia telah mengamanatkan dalam sabda-Nya yang maknaknya kurang lebih sebagai umatnya haruslah terbiasa berkumpul dengan orang-orang berilmu. Mungkin salah satu hikmah yang dapat saya simpulkan pada diri pribadi ini adalah betapa hebatnya orang-orang berilmu. Itulah yang saya rasakan betapa saya sangat merasa nyaman duduk di antara orang-orang yang berilmu. Hal tersebutlah yang membuat kerinduan ini kepada manusia sempurna utusan Allah ﷻ penutup segala Nabi semakin bergejolak untuk segera terwujud.

Mengapa tidak, membayangkan berada di antara manusia-manusia yang hanya mempunyai ilmu yang belum seberapa dibandingkan oleh Nabi saja hati ini sudah merasa tenang, mata ini seolah berkaca-kaca ingin menumpahkan airmata. Apalagi jika membayangkan dapat duduk dalam satu majelis dengan seseorang yang mampu merubah peradaban dunia, yang telah berhasil menta’lim para sahabat-Nya, yang nama-Nya sampai sekarang tetap harum di tengah-tengah kejahiliyahan masa silam, dan telah mampu menyempurnakan agama Allah secara kaffah

Rindu ini menggila, mengapa tidak! Mendengarkan kisah-kisah para sahabat sayidina Bilal yang sangat mencintai Rasulullah sampai pergi meninggalkan kota Medinah hanya untuk melupakan kenangan dan menghilangan kesedihan saat kepergian Rasulullah. Sudah dapat dibayangkan betapa indahnya kenangan hidup bersama manusia pilihan Allah ﷻ untuk memperbaiki ahklak manusia. Sehingga para sahabat merasa sangat terpukul atas kepergian rasulullah. 

Rindu ini semakin ingin diwujudkan, mengapa tidak! Risalah-risalahNya dalam sabda yang selama ini terbaca dan terdengar seolah menjadi candu dalam kehiduapan yang merasuki jiwa yang lemah ini. Ingin rasanya mata ini memandangya tanpa berkedip lagi, ingin rasa nya hidung ini terus menghirup aroma harum tubuh-Nya, ingin rasanya telingga ini untuk terus mendegar kata-kataNya, dan ingin rasanya mulut ini untuk terus dapat berbincang dengan-Nya tanpa henti. 

Ya Allah kerinduan ini tak dapat terbendung, hanya do’a dan airmata yang mengiring setiap hari untuk terus mengingat-Nya. Dialah manusia terbaik yang telah Allah turunkan ke bumi, embun penyejuk di tengah gersangnya padang pasir. Pelita di gulitanya malam yang tak berbintang, dan dialah satu-satunya Nabi yang diutus untuk seluruh alam. Ya Allah izinkanlah hamba yang hina ini untuk terus dapat mengingat Mu ya Allah dan kumpulkanlah kelak hamba dengan Rasulullah ﷺ dalam satu majelis di hari keabadian kelak. Pertemukan hamba dengan-Nya tanpa kemarahan. Izinkan hamba kembali pada Mu dengan membawa taubat dan kebaikan agar Engkau ridhoi hamba untuk bertemu dengan manusia sempurna yang terus memupuk kerinduan dalam palung jiwa hamba ini. 

Ya Allah izinkan hamba yang lemah ini untuk menjemput takdir baik yang engkau berikan. Seiring waktu bergulir, di tengah banyaknya kemungkaran yang terus mermunculan jagalah hati hamba untuk terus terpaut pada kebaikan dari Mu ya Allah.

Baca Selengkapnya...

Peran Cinta dalam Pernikahan

Posted by Unknown Thursday, December 3, 2015 0 comments
Peran Cinta dalam Pernikahan


Cinta saja tak cukup untuk membangun sebuah keluarga. Lebih dari itu perlu adanya komitmen antara kedua pasangan. Harus saling menutupi kesalahan satu sama lain. Dan harus menghilangkan ke-egoisan (dikutip dari cerpen islami dalam majalah dakwah islami cahaya nabawy edisi 143 Muharram 1437 H / November 2015. Hal : 81).

Pernikahan sejatinya merupakan landasan penyempurna agama, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh manusia sempurna tauladan sepanjang masa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam sabda-Nya yang artinya kurang lebih sebagai berikut :

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)
\
Terlepas dari hadits di atas, pernikahan yang akan dibina haruslah dilandasi atas dasar cinta diantara kedua pasangan yang akan membina mahligai pernikahan. Karena cinta adalah karunia Allah yang mengikat dua hati manusia untuk menjadikan kecenderungan dalam memiliki satu dengan yang lainnya.

Akan tetapi, lebih dari itu bukan hanya cinta yang menjadi landasan setiap pasangan yang akan mengarungi lautan cinta kasih dalam ikatan pernikahan. Ikatan janji suci yang telah terucap di depan wali dan saksi. Hal paling terpenting adalah sebuah komitmen dalam merangkai cinta kasih dalam samudera mahligai rumah tangga yang akan dibina.

Karena sejatinya cinta hanyalah bayang-bayang ilusi dari abstraksi keberadaan yang tak terdefinisi. Cinta hanya hiasan semata sebagai bumbu-bumbu dalam sebuah ikatan suci yang telah disematkan dalam ikrar. Untuk mengarungi lautan kasih dalam sebuah ikatan suci dibutuhkan komitmen dari masing-masing pasangan yang telah melabuhkan hatinya di muara kasih.

Saling mengerti tentang keadaan satu dengan yang lainnya. Memahami dengan sepenuh hati kekurangan satu dengan yang lainnya. Bersedia tanpa syarat untuk membuang jauh keegoisan diantara pribadi-pribadi yang ingin menyatukan dua hati. Mulailai mencintai, mengasihi, saling pengertian, dan saling memahami. Bahkan marah sekalipun semuanya karena Allah. Hubungan yang dilandasi atas dasar cinta karena Allah maka yakinlah komitmen itu tidak akan luntur ketika nantinya telah hadir kejenuhan-kejenuhan di tengah-tengah perjalanan menuju ridho ilahi.

Muhammad Suherman Shah, S.Sos

Baca Selengkapnya...